Amran Sebut Buruh Tani Tanpa Sawah Bisa Raup Rp5 Juta Sebulan, Gimana?

CNN Indonesia
Senin, 31 Agu 2026 20:30 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka akses bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi buruh tani yang tidak memiliki lahan. Regulasi kami ubah, sudah kami ubah, kami sudah tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pomp
Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka akses bantuan alsintan bagi buruh tani tanpa lahan. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan pendapatan mereka. (FOTO:CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Karawang, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membuka akses bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi buruh tani yang tidak memiliki lahan.

Kebijakan tersebut mulai berlaku hari ini dan ditujukan untuk meningkatkan pendapatan buruh tani.

Amran mengatakan selama ini buruh tani kerap tidak mendapatkan bantuan alsintan karena tidak memiliki lahan maupun kelompok tani. Melalui perubahan regulasi, buruh tani akan diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan seperti pompa, traktor, hingga alat panen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Regulasi kami ubah, sudah kami ubah, kami sudah tanda tangani. Prioritaskan alat mesin pertanian, pompa dan seterusnya pada buruh tani yang tidak punya sawah supaya kesejahteraannya meningkat," kata Amran di Karawang Jawa Barat, Senin (31/8).

Menurutnya, kebijakan tersebut diambil setelah ia menemukan buruh tani yang hanya memperoleh penghasilan sekitar Rp30 ribu per hari dan bekerja dua hingga tiga kali dalam sepekan. Jika dihitung dua kali seminggu, pendapatannya sekitar Rp240 ribu per bulan.

Amran mengatakan buruh tani yang belum memiliki kelompok nantinya akan dibantu penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk membentuk kelompok. Setelah diverifikasi, pengajuan bantuan dapat dikirim ke pemerintah pusat secara daring dan alsintan akan dikirim kepada kelompok tersebut.

[Gambas:Youtube]

"Jadi buruh buat kelompok, nanti PPL yang membantu mengelompokkan, kirim ke pusat, bisa online, langsung barangnya kita kirim. Tapi verifikasi," ujarnya.

Ia mengatakan satu kelompok dapat dibentuk dengan sedikitnya sekitar 10 orang. Kebijakan tersebut, kata Amran, mulai berlaku pada hari ini.

Alsintan yang disiapkan mencakup pompa, alat panen, serta traktor roda dua dan roda empat. Amran menyebut pemerintah telah menyiapkan puluhan ribu pompa.

Bantuan tersebut nantinya dapat dimanfaatkan buruh tani untuk disewakan kepada petani yang membutuhkan. Dengan begitu, buruh tani tidak hanya memperoleh penghasilan dari bekerja di lahan, tetapi juga dari pemanfaatan alsintan.

Amran memperkirakan pendapatan buruh tani bisa meningkat signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, ia menyebut angka Rp5 juta per bulan sebagai capaian yang sudah cukup baik, bukan angka maksimum.

"Kalau sudah dapat Rp5 juta per bulan kan sudah bagus daripada tadi Rp240 ribu," kata Amran.

Ia sebelumnya juga menghitung potensi pendapatan yang lebih tinggi jika alsintan digunakan untuk menggarap lahan dalam skala lebih luas. Namun, Amran menyebut perhitungan tersebut merupakan kondisi tertinggi.

Kebijakan bantuan alsintan untuk buruh tani tersebut berjalan bersamaan dengan program pompanisasi untuk mengatasi kekeringan dan meningkatkan frekuensi tanam.

Ia menilai bantuan alsintan untuk buruh tani diperlukan agar akses terhadap program pemerintah tidak hanya diterima petani yang sudah memiliki lahan atau tergabung dalam kelompok tani.

"Ini sekarang kami prioritaskan pada buruh tani supaya pendapatannya meningkat. Yang punya sawah kan sudah juga kita berikan. Tetapi prioritaskan pada yang belum dapat, sehingga pendapatannya meningkat," ujar Amran.

(del/ins)