Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$89 Usai AS Serang Pulau Larak Iran
Harga minyak dunia melonjak lebih dari 1 persen pada perdagangan Senin (31/8) setelah Amerika Serikat (AS) menyerang Pulau Larak, Iran, yang berada di Selat Hormuz.
Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania.
Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$1,08 atau 1,23 persen menjadi US$89,18 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 92 sen atau 1,10 persen menjadi US$84,32 per barel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak pada Minggu (30/8). Serangan tersebut menjadi serangan pertama AS yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli.
Sebagai respons balasan, Iran menyerang dua pangkalan udara AS di Yordania, menurut laporan media Iran yang mengutip Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
"Sepertinya kita berada dalam fase eskalasi lainnya. Berapa lama eskalasi ini akan berlangsung, tidak mungkin ditentukan. Bisa berhari-hari, bisa berminggu-minggu," kata analis pasar IG Tony Sycamore.
Menurut Sycamore, grafik teknikal menunjukkan harga WTI berpotensi melanjutkan kenaikan apabila eskalasi konflik mendorong harga menembus level resistensi US$85,80-US$85,90 per barel.
Jika level tersebut ditembus, harga WTI diperkirakan dapat naik menuju US$87,69 per barel, yang merupakan level tertinggi pekan lalu, dan selanjutnya menuju level tertinggi Juli sebesar US$93,50 per barel.
Kenaikan harga minyak terjadi ketika negosiasi untuk mengakhiri konflik masih menemui jalan buntu. Para mediator masih berupaya membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Brent dan WTI diperkirakan masih mencatat penurunan tipis sepanjang Agustus setelah keduanya anjlok lebih dari 4 persen pada pekan lalu. Penurunan tersebut menjadi pelemahan mingguan pertama dalam tiga pekan.
(ldy/pta)