Mentrans Tinjau Langsung Sekolah Terdampak Gempa di NTT

Kementrans | CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 21:56 WIB
Kementrans
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman, meninjau sekolah terdampak gempa di NTT. (Foto: Arsip Kementrans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Transmigrasi (Mentrans), M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, meninjau langsung kondisi sekolah dan madrasah terdampak gempa di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/8). Peninjauan ini dilakukan kurang dari dua pekan setelah gempa mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8).

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Ikhtiar, yang sebagian bangunannya roboh akibat gempa. Ia melihat langsung dinding yang retak dan ruang kelas yang tidak lagi layak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

"Hari ini saya menyampaikan dukacita dan belasungkawa atas musibah gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 di NTT. Saya baru saja meninjau madrasah yang sebagian bangunannya ambruk akibat musibah tersebut," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah melihat langsung kondisi di lapangan, Iftitah memutuskan untuk memberikan bantuan sebesar Rp200 juta guna mempercepat proses rehabilitasi madrasah. Bantuan tersebut disalurkan agar anak-anak dapat kembali belajar di ruang kelas yang aman.

"Setelah melihat langsung kondisinya, kita akan memberikan bantuan Rp200 juta. Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu masyarakat, akan kita lakukan," imbuh dia.

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) berkoordinasi dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat. Koordinasi ini dilakukan agar proses rehabilitasi sesuai kebutuhan dan hasilnya dapat segera dimanfaatkan oleh warga sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Iftitah menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh dibebani oleh sekat kewenangan antarlembaga saat membutuhkan pertolongan. Ia menilai pemerintah harus bekerja bersama agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

"Yang paling penting bagi rakyat bukan bantuan itu berasal dari PU atau Transmigrasi. Bagi rakyat, yang penting persoalannya memperoleh solusi dan manfaatnya benar-benar terwujud," ucapnya.

Peninjauan Iftitah tidak berhenti di MI Al-Ikhtiar. Ia melanjutkan kunjungan ke SDI Nanga Nae, yang juga berada di Manggarai Barat, untuk melihat kondisi siswa pascagempa.

Di sekolah tersebut, Iftitah menyerahkan bantuan sepatu bagi siswa yang sebelumnya ia dapati bersekolah tanpa alas kaki yang memadai. Bantuan ini merupakan bagian dari respons langsung setelah kunjungannya sebelumnya ke lokasi terdampak.

Kunjungan Iftitah ke dua sekolah tersebut menjadi bagian dari respons cepat Kementrans terhadap dampak gempa di NTT. Gempa 15 Agustus 2026 turut berdampak pada sejumlah kawasan transmigrasi, dengan 13 satuan permukiman terdampak di lima kabupaten.

Secara keseluruhan, sekitar 1.043 kepala keluarga terdampak dan 1.536 rumah mengalami kerusakan akibat gempa tersebut. Kementrans telah menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi warga terdampak sejak masa tanggap darurat.

Melalui kunjungan langsung ke lokasi terdampak, Kementrans berupaya memastikan bantuan yang disalurkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus dilakukan agar proses pemulihan pascagempa berjalan menyeluruh.

(rir)