Iran Sukses Kantongi Pendapatan Minyak Rp133,2 T meski Diblokade AS

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 19:55 WIB
View of the pumpjack in the oil well of the oil field. The arrangement is commonly used for onshore wells producing little oil. Pumpjacks are common in oil-rich areas.
Iran berhasil mentransfer US$7,5 miliar atau setara Rp133,2 triliun pendapatan minyak ke bank sentral meski diblokade AS. (FOTO:iStock/Funtay).
Jakarta, CNN Indonesia --

Iran sukses menyuntikkan dana US$7,5 miliar atau setara Rp133,18 triliun ke bank sentral dari hasil penjualan minyak di empat bulan pertama 2026.

Capaian tersebut sekaligus menyentuh 99 persen dari target anggaran Teheran, sebagaimana dilaporkan kantor berita semi-resmi Fars News Agency, Sabtu (29/8).

Mengutip informasi yang diperoleh dari Kementerian Minyak Iran, laporan tersebut menyatakan bahwa dana tersebut bakal melampaui kebutuhan Iran untuk menutup pengeluaran mata uang asing pemerintah dari Juli hingga Desember mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan laporan yang sama, Iran diklaim memiliki persediaan minyak yang cukup untuk dijual di luar jangkauan blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS), sebagaimana dilansir dari Anadolu.

Perolehan tersebut sekaligus mencerminkan kemampuan Teheran untuk memenuhi target pendapatan yang telah ditetapkan dalam anggaran negara periode 21 Maret 2026 hingga 20 Maret 2027.

Perkembangan positif bagi perekonomian Iran ini terjadi di tengah aksi blokade angkatan laut yang diberlakukan oleh AS. Di mana blokade tersebut telah mengganggu ekspor minyak serta perdagangan maritim Teheran.

[Gambas:Youtube]

Adapun Selat Hormuz yang merupakan jalur krusial untuk pengiriman energi global, masih menjadi titik pusat konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Selama ketegangan berlangsung, Iran menutup jalur perairan strategis tersebut, sementara AS menuntut pembukaannya kembali untuk mempermudah arus distribusi energi.

Di bawah nota kesepahaman (MoU) Juni lalu untuk mengakhiri perang AS-Iran, pencabutan blokade laut AS dan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi salah satu poin penting.

Namun, para pejabat Iran menegaskan bahwa Teheran tidak akan membuka seluruh jalur perairan tersebut secara penuh hingga Negeri Paman Sam memenuhi komitmennya. Tuntutan tersebut mencakup pencabutan blokade dan sanksi ekonomi, serta pencairan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh AS.

(ins)