Pertamina Tambah 2.300 KL Pasokan Pertalite Atasi Antrean BBM di Bali

CNN Indonesia
Sabtu, 29 Agu 2026 14:39 WIB
Antrean pengendara motor saat mengisi bahan bakar disalah satu SPBU Pertamina. Jakarta, Rabu, (19/08/2026). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
PT Pertamina Patra Niaga tanggapi antrean SPBU di Bali. Mereka optimalkan distribusi Pertalite dan tingkatkan pasokan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Denpasar, CNN Indonesia --

PT Pertamina Patra Niaga merespons antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBUBali, terutama di Denpasar dengan menambah pasokan pertalite sebanyak 2.300 kilo liter (KL).

Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi mengatakan peningkatan antrean yang terjadi di sejumlah SPBU merupakan kondisi sementara, lantaran ada penyesuaian stok di beberapa titik suplai.

Untuk merespons kondisi tersebut, Pertamina melakukan percepatan pasokan, meningkatkan penyaluran, serta mengatur prioritas distribusi berdasarkan kebutuhan dan kondisi stok di masing-masing wilayah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memahami ketidaknyamanan masyarakat akibat antrean yang terjadi di sejumlah SPBU. Pertamina bergerak cepat dengan memperkuat pasokan dan mengatur distribusi secara lebih terarah agar stok di SPBU dapat segera dipulihkan," kata Ahad dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (29/8).

Selain itu, Pertamina telah menyiapkan langkah mitigasi secara terukur dengan memperkuat pasokan dari terminal bahan bakar minyak (BBM) dan mengoptimalkan distribusi hingga ke SPBU.

"Prioritas kami adalah memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan penyaluran Pertalite berlangsung merata," tambah Ahad.

[Gambas:Youtube]

Ahad menyampaikan Pertamina telah meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 KL pada Kamis (27/8). Jumlah tersebut meningkat 700 KL dibandingkan penyaluran hari sebelumnya yang hanya 1.600 KL melalui Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran di Bali.

Peningkatan penyaluran tersebut terus diperkuat dengan kedatangan pasokan baru. Salah satunya MT green plus yang membawa 22 juta liter Pertalite dan 10 juta liter Pertamax menuju IT Manggis, dengan estimasi tiba Jumat (28/8) sekitar pukul 16.00 WITA.

Selanjutnya ada MT Lineo yang membawa 2,2 Juta liter Pertalite menuju FT Sanggaran, dengan estimasi tiba Jumat (28/8) sekitar pukul 14.00 WITA.

Untuk memperkuat pasokan Pertalite di Denpasar, Pertamina juga menyiapkan operasional FT Sanggaran selama 24 jam guna mempercepat penyaluran ke SPBU. Langkah ini dilakukan dengan pemantauan kondisi stok dan penyaluran secara intensif, serta penguatan koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki dan SPBU.

"Optimalisasi penyaluran akan terus dilakukan hingga ketersediaan BBM di SPBU kembali normal dan antrean masyarakat dapat segera terurai," tegas Ahad.

Langkah tersebut menjadi bagian strategi Pertamina untuk mempercepat pemulihan stok di SPBU sekaligus mengurai antrean secara bertahap melalui penguatan pasokan dari terminal, optimalisasi operasional terminal, serta percepatan distribusi menggunakan mobil tangki ke SPBU.

"Kami tidak hanya menambah pasokan, tetapi juga mengatur ke mana pasokan tersebut harus diprioritaskan agar dampaknya dapat segera dirasakan masyarakat. Setelah pasokan masuk ke terminal, kami optimalkan operasional dan distribusi selama 24 jam untuk mempercepat pengisian kembali stok SPBU, khususnya di Denpasar," jelasnya.

Ke depan Pertamina menyatakan akan terus memperkuat pasokan dan mengoptimalkan distribusi pertalite untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Hal itu sekaligus mempercepat penguraian antrean kendaraan di sejumlah SPBU, khususnya di wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung.

Ia menyatakan, Pertamina Patra Niaga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat.

"Pertamina juga mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan, sehingga ketersediaan stok dapat terjaga dan distribusi BBM dapat berlangsung secara optimal serta merata," tandasnya.

(kdf/ins)