Amran Salurkan 6.800 Ton Beras ke NTT, Stok Aman hingga Setahun

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 21:03 WIB
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan pemerintah telah menyalurkan 6.800 ton beras cadangan pangan pemerintah ke wilayah terdampak gempa di NTT. Penyaluran diperintahkan langsung oleh Presid
Menteri Pertanian Amran salurkan 6.800 ton beras ke NTT pasca-gempa. Penyaluran cepat tanpa birokrasi untuk bantu pengungsi. Stok pangan aman hingga satu tahun. (FOTO:CNN Indonesia / Petrus Hermanto).
Labuan Bajo, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyatakan telah menyalurkan 6.800 ton beras cadangan pangan pemerintah ke wilayah terdampak gempa di NTT. Penyaluran diperintahkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk bergerak cepat tanpa terhambat prosedur birokrasi.

"Kami turun ke lapangan sejak kejadian hari Sabtu (15/8). Kami diperintah oleh Bapak Presiden untuk langsung bergerak cepat. Kami sudah kirim beras reguler dan non-reguler sebanyak 6.800 ton," ujar Amran di Labuan Bajo, Rabu (19/8) petang.

Amran menjelaskan penyaluran beras dipercepat dari permintaan awal hanya 20 ton menjadi 200 ton beras. Jumlah tersebut naik sepuluh kali lipat dari permintaan awal atas kesepakatan Wakil Bupati Manggarai Barat dan Kapolres, tanpa menunggu izin dari Jakarta untuk memangkas waktu birokrasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau diproses ke Jakarta bisa tiga hari hingga satu minggu. Bapak Presiden berpesan: selesaikan di lapangan, jangan bawa masalah ke Jakarta. Bisa ambil duluan berasnya, izin belakangan. Saya selaku Kepala Bapanas menyetujui pengeluaran beras untuk bencana di seluruh Indonesia saat itu juga," tegasnya.

Ia menegaskan pejabat di lapangan Danrem, Kapolda, hingga Pangkogap diberi wewenang penuh untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi darurat. 

Selain itu, Amran juga memaparkan ketersediaan pangan masih aman hingga satu tahun untuk memenuhi kebutuhan sekitar 34 ribu jiwa pengungsi. Di mana, kebutuhan beras per bulannya berkisar 300 ton, sementara stok beras yang tersedia mencapai 39 ribu ton.

[Gambas:Youtube]

"Cukup untuk: lebih dari 12 bulan Stok kita di sini 39 ribu ton. Tidak ada masalah, cukup sampai satu tahun pun. Tanggap darurat biasanya 14 hari, bisa diperpanjang 1-2 bulan, bahkan sampai 6 bulan pun berasnya aman. Selain beras, minyak goreng, gula, dan mi instan juga sudah dikirim sebagian dari kementerian, sebagian lagi sumbangan pribadi pejabat," jelasnya.

Terkait keluhan warga soal jumlah bantuan, Amran menjelaskan satu karung beras (50 kg) diberikan untuk kebutuhan jangka panjang, bukan harian.

"Ada yang teriak bilang 15 kg tidak cukup. Sudah saya kasih satu karung, biar puas. Itu untuk kebutuhan sampai enam bulan, bukan sekali makan. Jangan yang kecil dibesar-besarkan, kita sedang berjuang bersama," pungkasnya.

(lou/ins)