OJK Lantik Deputi Baru Awasi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 19:33 WIB
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melantik Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

Pengisian jabatan ini menjadi langkah awal OJK menyiapkan aturan dan pengawasan bursa mineral dan komoditas strategis di Indonesia.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi melantik dan mengambil sumpah Henry pada Rabu (19/8) di Jakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jabatan tersebut akan menangani fungsi pengaturan dan pengawasan BMKS, termasuk menyiapkan kerangka regulasi dan ekosistem bursa.

Friderica mengatakan keberadaan BMKS diharapkan dapat menjawab sejumlah persoalan dalam perdagangan komoditas Indonesia, termasuk praktik transfer pricing dan under-invoicing yang menurutnya merugikan Indonesia.

"Harapan negara sangat besar akan suksesnya bursa mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali kita mendengarkan harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden (Prabowo Subianto), bahwa nantinya bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama terkait praktik transfer pricing dan under-invoicing yang sangat merugikan bangsa Indonesia," ujar Friderica dalam keterangan resmi, Rabu (19/8).

Menurut Friderica, Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai mineral dan komoditas strategis. Namun, manfaat dari posisi tersebut dinilai belum optimal karena pembentukan harga sejumlah komoditas selama ini belum berlangsung di dalam negeri.

Karena itu, BMKS diharapkan dapat memperkuat tata kelola perdagangan sekaligus membuat pembentukan harga komoditas lebih transparan.

OJK menyatakan persiapan dilakukan sejak awal, mulai dari penyusunan Peraturan OJK (POJK), pengaturan, hingga pengawasan BMKS.

"Tentunya kita perlu mempersiapkan sejak awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar kehadiran BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan mandat yang diberikan kepada OJK," ujar Friderica.

Pengisian posisi Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS menjadi bagian dari persiapan OJK membangun kerangka pengaturan, pengawasan, dan pengembangan ekosistem bursa.

Fungsi tersebut mencakup pengawasan agar perdagangan mineral dan komoditas strategis berjalan teratur, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperhatikan pengelolaan risiko dan tata kelola.

OJK juga menyebut penguatan kelembagaan dan kerangka regulasi sejak awal diperlukan agar BMKS dapat menjadi bagian dari ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis.

BMKS diharapkan meningkatkan transparansi perdagangan, memperkuat pembentukan harga di dalam negeri, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral dan komoditas strategis.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr)