Rupiah Menguat ke Rp17.840 per Dolar AS usai BI Rate Bertahan di 5,75%

CNN Indonesia
Rabu, 19 Agu 2026 16:14 WIB
Nilai tukar rupiah jebol level psikologis Rp 18.049 per dolar AS pada Kamis (4/6) pagi setelah melemah ke posisi Rp17.966 per dolar AS pada hari sebelumnya. (CNNIndonesia/Adi ibrahim)
Analis menilai penguatan rupiah dipengaruhi sikap BI yang dinilai hawkish setelah mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen. (FOTO:CNNIndonesia/Adi ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.840 per dolar AS pada perdagangan Rabu (19/8) sore. Mata uang Garuda menguat 22 poin atau 0,12 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan menjadi mata uang dengan penguatan terbesar, yakni 1,20 persen, dan diikuti yen Jepang 0,32 persen.

Dolar Singapura 0,15 persen, yuan China 0,08 persen, ringgit Malaysia 0,03 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen. Sementara itu, peso Filipina menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni 0,05 persen terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, pergerakan mata uang negara maju cenderung bervariasi terhadap dolar AS.

Euro Eropa menguat 0,22 persen, poundsterling Inggris naik 0,20 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,13 persen, dan franc Swiss menguat 0,10 persen. Sementara itu, dolar Australia melemah 0,12 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh sikap Bank Indonesia (BI) yang dinilai masih hawkish setelah mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate di level 5,75 persen.

"Rupiah ditutup menguat di level Rp17.840 per dolar AS, setelah hasil RDG BI terkesan hawkish meski mempertahankan BI-Rate di 5,75 persen. Sikap tersebut mencerminkan komitmen BI yang tetap kuat pada stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global, sehingga turut memberikan sentimen positif bagi rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/8).

[Gambas:Youtube]

(lau/ins)