TelkomGroup Optimalkan Konektivitas Satelit Telkomsat di 17 Titik NTT
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) memperluas langkah tanggap darurat dalam upaya penanganan dan pemulihan layanan telekomunikasi digital menyusul gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pagi.
Sebagai bagian dari TelkomGroup, PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) ambil peran dengan menargetkan penyediaan konektivitas berbasis satelit di 17 titik di Maumere, Ruteng, dan Larantuka.
EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto mengatakan, pemulihan infrastruktur di beberapa titik masih membutuhkan waktu dan akan dilakukan secara bertahap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami perlu memastikan seluruh sumber daya dan kapabilitas TelkomGroup bisa dikerahkan secara efektif untuk membantu proses tersebut, termasuk melalui pemanfaatan layanan satelit Telkomsat," ujar Rachmad.
Telkomsat juga mengoptimalkan kapabilitas satelit yang dimiliki untuk menghadirkan akses komunikasi di lokasi yang masih dalam proses pemulihan, khususnya ketika infrastruktur jaringan terestrial mengalami gangguan dan keterbatasan.
VP Corporate Secretary Telkomsat, Fino Arfiantono menargetkan bahwa dukungan konektivitas satelit dapat hadir di 17 titik di wilayah Maumere, Ruteng, dan Larantuka.
"Kami memahami bahwa dalam situasi bencana, konektivitas menjadi kebutuhan yang sangat penting, baik bagi masyarakat untuk tetap berkomunikasi dan memperoleh informasi maupun bagi berbagai pihak dalam melakukan koordinasi penanganan di lapangan," tutur Fino.
Fino menambahkan, langkah itu merupakan perwujudan komitmen Telkomsat untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama ketika akses komunikasi dibutuhkan dalam kondisi darurat.
"Dalam situasi seperti ini, yang terpenting adalah bagaimana teknologi dan kapabilitas yang kami miliki dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Telkomsat akan terus bersinergi bersama TelkomGroup dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung proses pemulihan, sehingga akses komunikasi di wilayah terdampak dapat kembali tersedia dan mendukung berbagai kebutuhan di lapangan," pungkas Fino.
(rea/rir)