Prabowo Targetkan Angka Kemiskinan Tinggal 6,5 Persen di 2027
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan tingkat kemiskinan turun ke rentang 6-6,5 persen pada 2027. Pemerintah juga menargetkan tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,30-4,87 persen pada tahun yang sama.
Target tersebut disampaikan Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI dan Penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8).
Prabowo mengatakan penurunan kemiskinan dan pengangguran akan didorong melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat serta pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efektif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan pertumbuhan yang lebih kuat dan APBN yang efektif, kemiskinan di tahun 2027 ditargetkan turun ke rentang 6,0 sampai 6,5 persen dari target APBN 2026 sebesar 6,5 sampai 7,5 persen," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada 2027 ditargetkan berada di rentang 4,30-4,87 persen. Selain itu, pemerintah menargetkan rasio Gini membaik menjadi 0,362-0,367 pada 2027 dari target tahun ini sebesar 0,377-0,380.
Indeks Modal Manusia juga ditargetkan meningkat menjadi 0,575 pada 2027. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6 persen, lebih tinggi dari target APBN 2026 sebesar 5,4 persen. Inflasi akan dijaga pada level 2,5 persen.
Adapun sejumlah asumsi makro lainnya meliputi suku bunga Surat Berharga Negara (SBN) 10 tahun sebesar 6,9 persen dan nilai tukar rupiah sebesar Rp17.500 per dolar AS.
Pemerintah juga menetapkan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel. Sementara lifting minyak ditargetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari.
Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga berbagai target tersebut melalui reformasi fiskal yang dilakukan secara menyeluruh dan konsisten.
"Pendapatan negara didorong lebih optimal. Kebocoran penerimaan harus diminimalisasi, efisiensi belanja terus dilanjutkan," ucap Prabowo.
(lau/har)