Prabowo Beber Penghematan Biaya Overhead BUMN Tembus Rp50 Triliun
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan pemerintah telah menghemat biaya overhead badan usaha milik negara (BUMN) lebih dari Rp50 triliun melalui perampingan jumlah perusahaan pelat merah.
Penghematan berasal dari sejumlah komponen, seperti gaji direksi dan komisaris hingga biaya sewa gedung dan kendaraan.
"Hari ini saja kita telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun. Hanya dari gaji direksi, komisaris, sewa gedung, sewa mobil, perjalanan dinas, dan lain-lain kita sudah menghemat Rp50 triliun lebih," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Prabowo mengatakan penghematan tersebut merupakan hasil dari restrukturisasi dan perampingan jumlah BUMN yang dilakukan pemerintah.
Ia menyebut pemerintah telah menutup 290 BUMN hingga saat ini. Pemerintah menargetkan jumlah BUMN yang dipertahankan paling banyak 300 perusahaan hingga 31 Desember 2026.
"Pada Desember 31 2026 ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah untuk rakyat akan kita pertahankan," ujarnya.
Menurut Prabowo, restrukturisasi tersebut menjadi salah satu langkah efisiensi dalam pengelolaan perusahaan negara.
"Ini mungkin adalah restrukturisasi korporasi terbesar di dunia," kata Prabowo.
Ia menargetkan penghematan biaya overhead tersebut terus meningkat hingga akhir tahun.
"Target kita 31 Desember, target kita harus menghemat Rp70 triliun," ujarnya.
Prabowo mengatakan efisiensi anggaran tersebut dapat dialihkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Ia mencontohkan anggaran hasil penghematan dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas kesehatan, merenovasi sekolah, hingga menyediakan rumah bagi masyarakat.
"Kita bisa bayangkan dengan Rp50 triliun berapa Puskesmas bisa kita perbaiki, berapa sekolah bisa kita renovasi, berapa rumah untuk rakyat kita bisa kita berikan," tutur Prabowo.
Atas pelaksanaan restrukturisasi tersebut, Prabowo juga memberikan penghargaan khusus kepada pimpinan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) beserta seluruh tim dan jaringannya.
"Untuk itu saya memberi penghargaan khusus kepada pimpinan dari Danantara dengan seluruh timnya, seluruh jaringannya," kata Prabowo.
(lau/jal)