Purbaya Sebut Prabowo Ingin Sisihkan Cuan Danantara Buat Cadangan APBN

CNN Indonesia
Selasa, 11 Agu 2026 21:20 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menunda penerapan pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi pedagang yang berjualan melalui marketplace.
Menkeu Purbaya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto berencana mengalihkan sebagian keuntungan BPI Danantara sebagai cadangan APBN. (CNN Indonesia/ Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk mengalihkan sebagian keuntungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara untuk mendukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Keuntungan tersebut akan difungsikan sebagai cadangan di kas negara.

"Danantara kan menghasilkan juga keuntungan. Presiden merencanakan sebagian keuntungan sebagai cadangan untuk APBN," ujar Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Purbaya mengatakan wacana pengalihan dana tersebut saat ini masih sebatas ide. Pemerintah masih perlu melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai rencana ini bersama Danantara.

"Itu baru ide, masih dibicarakan dengan Danantara," ujar Purbaya.

Prabowo pernah membeberkan kinerja BPI Danantara yang mencatatkan lonjakan pendapatan secara masif hingga 400 persen.

Pencapaian tersebut diungkapkan oleh Kepala Negara saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran dan bedah buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta Pusat, Jumat (7/8).

Berdasarkan laporan yang diterimanya, Prabowo mengungkap pendapatan Danantara meningkat hingga sekitar 400 persen dalam satu tahun operasional.

Meski demikian, ia menegaskan capaian tersebut tetap perlu diaudit dan diperiksa lebih lanjut.

"Dalam satu tahun beroperasi Danantara, saya dapat laporan bahwa revenue atau penghasilan dari Danantara sudah naik 400 persen, saudara-saudara, kurang lebih. Ini terus harus kita audit, terus harus kita cek," ujar Prabowo.

Menurut dia, sekalipun kenaikannya tidak mencapai 400 persen dan berada di kisaran 300 persen atau bahkan 200 persen, angka tersebut tetap menunjukkan peningkatan yang sangat besar dalam waktu satu tahun.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr)