BEI Belum Terima Dokumen IPO 4 BUMN yang Digagas Danantara
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan hingga saat ini belum menerima dokumen penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan pihaknya masih menunggu kepastian dan berkas resmi dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara soal empat BUMN yang ditargetkan melantai di bursa.
"Belum, tapi tentu kami sangat menunggu itu," kata Jeffrey saat ditanya wartawan usai acara Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Selasa (11/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jeffrey mengaku belum dapat membeberkan detail mengenai calon emiten BUMN yang ditargetkan masuk ke papan utama bursa tersebut.
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menargetkan empat BUMN melakukan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan ke depan.
Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir menjelaskan langkah ini menjadi bagian dari proses transformasi dan skema investasi yang tengah digarap Danantara bersama BEI untuk mendongkrak efisiensi serta likuiditas pasar modal domestik.
BUMN yang ditargetkan bakal IPO di antaranya PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, serta PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports.
"Prosesnya ada di dalam DIM (Danantara Investment Management). Insya Allah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam bursa," ujar Pandu saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Senin (10/8).
Pandu menekankan bahwa dorongan terhadap perusahaan pelat merah melantai di bursa tersebut ditujukan untuk memberikan dampak positif bagi industri keuangan nasional secara berkelanjutan.
"Niatnya juga untuk menambah likuiditas juga ke pasar modal Indonesia," katanya.
Terpisah, Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengungkapkan langkah tersebut masuk dalam peta jalan (roadmap) transformasi BUMN yang tengah disusun untuk meningkatkan nilai perusahaan sekaligus memperdalam pasar modal domestik.
"Mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahannya tentu sebagai milik negara," ujar Dony usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).
Dony menjelaskan roadmap transformasi tersebut diawali dengan penyusunan visi dan misi perusahaan, dilanjutkan konsolidasi dan restrukturisasi BUMN pada tahun pertama.
Selanjutnya, Danantara akan memfokuskan pengembangan sumber daya manusia dan budaya perusahaan pada tahun kedua, implementasi inovasi serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada tahun ketiga, penciptaan nilai (value creation) pada tahun keempat, hingga mengejar target kinerja keuangan yang lebih tinggi pada tahun kelima.
"Setiap tahunnya tentu ada target laba. Kita mulai dari pengembangan visi, misi, kemudian target yang ingin dicapai per tahunnya, baru tematiknya setiap tahun," katanya.
(fln/pta)