Survei BI: Keyakinan Konsumen Turun tapi Masih Optimistis di Juli 2026

CNN Indonesia
Senin, 10 Agu 2026 13:50 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan seluruh pasar tradisional di Ibu Kota akan beralih ke sistem pembayaran digital menggunakan QRIS mulai tahun depan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong transaksi nontunai dan memperkuat keamanan
BI mencatat indeks keyakinan konsumen (IKK) turun menjadi 11,8 pada Juli 2026. Angka tersebut lebih rendah dari IKK Juni 2926 yakni 117,8. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) mencatat indeks keyakinan konsumen (IKK) turun menjadi 11,8 pada Juli 2026. Angka tersebut lebih rendah dari IKK Juni 2926 yakni 117,8.

IKK merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat optimisme masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini dan prospeknya ke depan. Saat konsumen yakin terhadap pendapatan, pekerjaan, dan kondisi ekonomi, mereka cenderung lebih berani berbelanja.

Meksi turun, level IKK masih berada di level optimistis, yakni 116,8. BI menyatakan tingkat keyakinan konsumen tetap optimistis karena IKK masih berada di atas level 100.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Survei Konsumen Bank Indonesia pada Juli 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga," tulis BI dalam laporan Survei Konsumen Juli 2026, Senin (10/8).

Terjaganya keyakinan konsumen tersebut ditopang oleh dua komponen utama, yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang masih berada di zona optimistis.

IKE Juli 2026 tercatat sebesar 107,9, sedangkan IEK berada di level 125,7.

Kedua indeks tersebut turun dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Juni 2026, IKE tercatat sebesar 109,2, sedangkan IEK mencapai 126,4. Dengan demikian, IKE turun 1,3 poin secara bulanan, sementara IEK turun 0,7 poin.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, keyakinan konsumen pada Juli 2026 tetap optimis pada seluruh kelompok pengeluaran. IKK tertinggi tercatat pada responden dengan pengeluaran di atas Rp5 juta.

Berdasarkan usia, IKK tertinggi tercatat pada responden usia 20-30 tahun.

Secara spasial, IKK mengalami penurunan terbesar di Bandung, Pontianak, dan Samarinda, sementara peningkatan IKK tertinggi terjadi di wilayah Banten, Banjarmasin, dan Manado.

[Gambas:Youtube]

(lau/pta)