BANGUN BANGSA CONFERENCE 2026

Presiden IBCSD Dorong Investasi Sosial Jadi Strategi Bisnis Perusahaan

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 10:57 WIB
Sihol P. Aritong, President Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) di acara The Bangun Bangsa Coference 2026 di Gedung Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/8).
Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) mendorong dunia usaha menjadikan investasi pada masyarakat sebagai bagian dari strategi bisnis. (CNN Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) Sihol P Aritonang mendorong dunia usaha menjadikan investasi pada masyarakat sebagai bagian dari strategi bisnis.

Hal itu agar pertumbuhan perusahaan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan komunitas di sekitarnya.

Sihol mengatakan perusahaan tidak bisa tumbuh secara berkelanjutan apabila masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya tidak ikut merasakan manfaat dari pertumbuhan tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisnis hanya dapat tumbuh secara berkelanjutan ketika masyarakat di sekitarnya juga tumbuh, tangguh, dan memperoleh manfaat dari pertumbuhan tersebut," ujar Sihol dalam pembukaan Bangun Bangsa Conference 2026 di Menara Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/8).

Menurut Sihol, perusahaan perlu memastikan investasi sosial yang dilakukan menghasilkan dampak yang terukur dan berkelanjutan, mulai dari peningkatan keterampilan masyarakat, terbukanya lapangan kerja yang layak, hingga terciptanya peluang ekonomi baru.

"Business needs to invest in community. Korporasi yang hadir di suatu daerah harus menjadi penggerak. Investasi pada masyarakat diharapkan memiliki dampak yang terukur dan berkelanjutan," ujarnya.

[Gambas:Youtube]

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarpemangku kepentingan karena tantangan pembangunan masyarakat tidak dapat diselesaikan oleh satu perusahaan saja.

"Semua korporasi terlalu kecil dibandingkan dengan ekspektasi kontribusi pada pembangunan masyarakat. Oleh sebab itu diperlukan keselarasan dan kolaborasi antarpemangku kepentingan," kata Sihol.

(lau/sfr)