BANGUN BANGSA CONFERENCE 2026

Bangun Bangsa Conference 2026 Usung 3 Isu Utama

CNN Indonesia
Kamis, 06 Agu 2026 11:17 WIB
The Bangun Bangsa Coference 2026 di Gedung Bank Mega, Jakarta, Kamis (6/8).
Bangun Bangsa Conference 2026 resmi dimulai di Menara Bank Mega pada Kamis (6/8) dengan tiga isu utama yang dibahas. ( CNN Indonesia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bangun Bangsa Conference 2026 resmi dimulai di Menara Bank Mega pada Kamis (6/8).

Akan ada tiga aspek utama yang dibahas dalam konferensi ini. Bahasan berkaitan dengan community investment, designing community dan investment for social impact.

Dalam sambutan pembukaannya konferensi, Presiden Direktur Bentoel William Lumentut mengatakan bahwa Bangun Bangsa Conference merupakan agenda sosial yang jadi komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial dengan makna yang lebih dalam lewat aksi kolektif dari banyak pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agenda ini digelar untuk meningkatkan kapasitas komunitas masyarakat yang hidupnya masih sulit supaya mereka lebih memiliki keahlian, keyakinan pada kemampuan mereka masing-masing, dan peluang ekonomi yang lebih baik.

"Agenda ini dimulai di kota Malang di tahun 2024 sebagai uji awal. Atas dukungan banyak kawan aksi, pada tahun sesudah itu agenda ini meluas. Agenda bangun bangsa sudah menjangkau 4 kota dan kabupaten di Indonesia. Dengan pihak yang mendapat manfaat lebih dari 200," katanya Kamis (6/8).

Ia mengatakan sejatinya pembangunan dan ekonomi Indonesia sekarang ini sudah mengalami banyak kemajuan. 

Meski demikian, ia mengatakan ada sejumlah tantangan yang tetap harus diselesaikan. Salah satunya tantangan sosial ekonomi. Menurutnya, saat ini masih ada kesenjangan peluang ekonomi, akses peningkatan kapasitas dan jalan mencari nafkah yang layak.

Karena tantangan itulah katanya, pendekatan harus diperbarui. Tak hanya itu saja, kolaborasi harus dilakukan dengan melibatkan banyak pihak, ilmu, hati dan aksi nyata.

Ini harus dilakukan karena pola pembangunan harus diganti. Di masa lampau fokus pembangunan banyak dilakukan pada semua hal yang bersifat bangunan fisik.

Tapi sekarang, fokus pembangunan sudah bergeser pada manusia, masyarakat, dan komunitas dengan dampak yang berkelanjutan sebagai tujuan utama.

"Karena itu, pendekatan lama tidak cukup. Kita butuh sudut pandang yang beda dalam pembangunan sosial kali ini. Bukan hanya memberikan bantuan, namun kita perlu membantu membuka peluang," katanya.

Nah, lewat pelaksanaan Bangun Bangsa Conference 2026 ini, ia berharap sudut pandang, pendekatan yang selama ini dipakai lembaganya untuk menyusun solusi  lebih efektif dan investasi sosial yang menghasilkan dampak nyata bisa disatukan.

"Saya ingin ajang ini menjadi titik awal aksi kolektif lanjutan yang mampu menghasilkan solusi nyata bagi komunitas di Indonesia," katanya.

(lau/agt)