Danantara Siapkan IPO BUMN, Pegadaian hingga Injourney Masuk Daftar
Penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) akan menjadi salah satu strategi transformasi badan usaha milik negara (BUMN) dalam lima tahun ke depan.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria mengungkapkan langkah tersebut masuk dalam peta jalan (roadmap) transformasi BUMN yang tengah disusun untuk meningkatkan nilai perusahaan sekaligus memperdalam pasar modal domestik.
"Mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan. Arahannya tentu sebagai milik negara," ujar Dony usai bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dony menjelaskan roadmap transformasi tersebut diawali dengan penyusunan visi dan misi perusahaan, dilanjutkan konsolidasi dan restrukturisasi BUMN pada tahun pertama.
Selanjutnya, Danantara akan memfokuskan pengembangan sumber daya manusia dan budaya perusahaan pada tahun kedua, implementasi inovasi serta kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada tahun ketiga, penciptaan nilai (value creation) pada tahun keempat, hingga mengejar target kinerja keuangan yang lebih tinggi pada tahun kelima.
"Setiap tahunnya tentu ada target laba. Kita mulai dari pengembangan visi, misi, kemudian target yang ingin dicapai per tahunnya, baru tematiknya setiap tahun," ujar Dony.
Ia mengatakan strategi IPO juga diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperbanyak perusahaan berkapitalisasi besar yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).
"Untuk pertumbuhan ekonomi nanti kan IPO akan banyak. Supaya di dalam capital market kita juga semakin banyak perusahaan dan banyak perusahaan-perusahaan kita yang bagus," terang Dony.
Dony menyebut sejumlah BUMN dinilai memiliki potensi untuk melantai di bursa, di antaranya PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, serta PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports.
"Masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan," ujarnya.
Meski demikian, Dony belum mengungkap jadwal maupun daftar final perusahaan pelat merah yang akan ditawarkan ke publik karena proses pembahasannya masih akan dilakukan bersama Kementerian Keuangan.