Bahlil Sebut Impor Minyak dari Rusia Tahap Pertama Mulai Jalan

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 15:41 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Rabu (5/8).
Menteri ESDM Bahlil mengonfirmasi tahap pertama impor minyak mentah dari Rusia telah dimulai. Indonesia akan mengimpor 150 juta barel sebagai cadangan energi. (FOTO:CNN Indonesia/Muhammad Falah Nafis).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan tahap pertama impor minyak mentah (crude) dari Rusia telah berjalan.

Hal tersebut ia sampaikan saat ditanya wartawan soal progres impor minyak dari Rusia.

"Tahap pertama kan sudah," ujar Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM Jakarta Pusat, Rabu (5/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, ia tidak membeberkan secara rinci mengenai volume minyak yang telah diimpor tersebut.

Selain itu, Bahlil menyampaikan tahap kedua sedang berjalan dan pihaknya akan membuat kontrak jangka panjang impor dari Rusia tersebut.

"Tahap kedua lagi berjalan. Nanti kita bikin kontrak jangka panjangnya," ungkapnya.

[Gambas:Youtube]

Ia pun menegaskan yang melakukan impor itu adalah negara melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G), bukan PT Pertamina.

"Ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain. Yang melakukan impor adalah negara. Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, itu urusan negaralah," tutur Bahlil.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengungkap minyak mentah yang diimpor dari Rusia akan dipakai sebagai cadangan energi nasional.

Indonesia mendapatkan jatah impor minyak mentah sebanyak 150 juta barel dari Rusia. Ini merupakan hasil dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ke Moskow beberapa waktu lalu.

Yuliot menegaskan minyak mentah tersebut tidak langsung diolah menjadi bensin untuk kebutuhan konsumsi.

"Itu menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (16/7).

Ia menjelaskan kerja sama pengadaan minyak ini dilakukan melalui Badan Layanan Umum (BLU) milik Kementerian ESDM, yaitu Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Terkait dengan apakah minyak mentah dari Rusia sudah tiba atau belum di Indonesia, Yuliot akan memeriksanya terlebih dahulu.

"Dari mana asal, apakah itu ada yang dari Rusia, berapa jumlahnya, kami cek dulu," ujar Yuliot.

Pengadaan minyak ini dilakukan antara Indonesia dan Rusia melalui skema kerja sama antarpemerintah atau government to government (G2G).

(fln/ins)