VKTR Sebut Kendaraan Listrik Bisa Pangkas 40 Persen Biaya Operasional
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) mengungkapkan penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) komersial seperti bus dan truk mampu memangkas biaya operasional pengusaha hingga 40 persen, dibandingkan kendaraan bermesin konvensional.
Direktur VKTR Mochammad Yana Aditya menjelaskan efisiensi tersebut menjadi daya tarik utama bagi para pelaku usaha logistik, perkebunan dan pertambangan dalam beralih ke armada ramah lingkungan.
"Kalau di sisi komersial adalah saving cost, kita nyebutnya Total Cost of Ownership (TCO). Rata-rata saving cost yang bisa didapat dengan menggunakan EV itu sekitar 40 persen," ujar Yana dalam Prime News CNN Indonesia TV, Selasa (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yana menambahkan penurunan biaya operasional tersebut berdampak langsung pada margin keuntungan pengusaha, sekaligus berpotensi menekan biaya logistik nasional jika pengadopsian kendaraan listrik komersial semakin masif.
Selain itu, VKTR juga mendorong percepatan lokalisasi komponen kendaraan listrik. Saat ini, tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada produk VKTR telah melampaui 40 persen melalui proses perakitan dan penyerapan komponen lokal.
Angka tersebut dinilai mampu melonjak apabila industri baterai kendaraan listrik sudah beroperasi penuh di dalam negeri. Pasalnya, komponen baterai porsinya hampir separuh dari total biaya pembuatan kendaraan.
"Baterai itu komponen kuncian. Baterai sendiri hampir 50 persen dari total biaya harga jual kendaraan. Jadi kalau baterainya nanti sudah bisa dibuat di dalam negeri, TKDN pasti bisa di atas 80 persen," terangnya.
(fln/ins)