Harga Minyak Dunia Stabil di US$79, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran

CNN Indonesia
Rabu, 05 Agu 2026 10:29 WIB
Unit pengolahan minyak mentah atau kilang Cilacap milik PT Pertamina (Persero). (Dok. Pertamina)
Harga minyak dunia bergerak stabil di US$79 pada Rabu (5/8), setelah anjlok dua hari beruntun. Pasar tengah mencermati perkembangan negosiasi AS-Iran. (Dok. Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia bergerak stabil di US$79 per barel pada perdagangan Rabu (5/8), setelah mengalami penurunan tajam selama dua hari berturut-turut.

Pelaku pasar kini tengah mencermati perkembangan upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, sekaligus memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz yang sempat terblokade.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent naik 26 sen atau sekitar 0,33 persen menjadi US$79,62 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 12 sen atau 0,16 persen ke level US$75,90 per barel.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan harga yang cenderung stabil terjadi setelah Brent merosot lebih dari 5 persen pada perdagangan Selasa dan ditutup di bawah US$80 per barel untuk pertama kalinya sejak 13 Juli.

Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan pada Senin seiring meningkatnya harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan yang dapat mengakhiri perang AS-Iran.

Analis IG menilai salah satu hambatan utama dalam proses negosiasi AS dan Iran adalah persoalan kendali atas Selat Hormuz.

"Titik krusial saat ini adalah apakah Iran akan tetap bersikeras mempertahankan tingkat kendali tertentu atas jalur pelayaran tersebut, serta apakah Amerika Serikat akan menolak tuntutan itu," tulis analis IG.

Pasar juga menunggu rilis data resmi persediaan minyak AS dari Energy Information Administration (EIA).

Sebelumnya, data American Petroleum Institute (API) menunjukkan persediaan minyak mentah AS meningkat sekitar 2,7 juta barel pada pekan yang berakhir 31 Juli. Persediaan bensin juga naik, sedangkan stok distilat mengalami penurunan.

Sentimen positif muncul setelah Qatar menyatakan para mediator mulai mencatat kemajuan dalam upaya menghentikan konflik. Pernyataan tersebut mendorong optimisme bahwa arus pelayaran melalui Selat Hormuz dapat kembali normal.

Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani dan Presiden Trump melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Selasa. Keduanya membahas upaya mempersempit perbedaan antara Washington dan Teheran guna meningkatkan peluang tercapainya penyelesaian konflik yang bersifat permanen.

Meski demikian, Iran membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut pembicaraan dengan Teheran telah dimulai.

Trump sebelumnya mengatakan negosiasi telah berlangsung dan menyebut Iran menghadapi 'kesempatan terakhir' untuk mencapai kesepakatan, tetapi pejabat Iran menegaskan hingga kini belum ada perundingan dengan Washington.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta)