Rupiah Loyo ke Rp18.027 per Dolar AS Selasa Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp18.027 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa (4/8). Mata uang Garuda melemah 30 poin atau 0,17 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona merah terhadap dolar AS. Peso Filipina melemah 0,41 persen, dolar Singapura turun 0,11 persen, yen Jepang terkoreksi 0,38 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,28 persen, dan dolar Hong Kong melemah 0,01 persen. Sementara itu, ringgit Malaysia bergerak stabil.
Di sisi lain, yuan China menjadi satu-satunya mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS, yakni sebesar 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Poundsterling Inggris menguat 0,01 persen, dolar Australia naik 0,30 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,02 persen, dan franc Swiss menguat 0,06 persen. Adapun euro Eropa bergerak stabil terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup melemah seiring penguatan dolar AS setelah data aktivitas manufaktur Amerika Serikat (AS) dirilis lebih baik dari perkiraan pasar.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS yang menguat setelah data aktivitas manufaktur AS dirilis lebih kuat dari perkiraan. Sentimen juga tertekan oleh ketidakpastian proses perdamaian di Timur Tengah menyusul bantahan Iran atas pernyataan Presiden Donald Trump mengenai rencana pembicaraan," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Selasa (4/8).
Selain sentimen eksternal, Lukman mengatakan pelaku pasar juga mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang dijadwalkan diumumkan besok dan diperkirakan melambat.
(lau/ins)