BPS Catat Impor RI Tembus US$25,91 M per Juni 2026, Ini Penyebabnya
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia melonjak 34,27 persen (year-on-year/yoy) ke level US$25,91 miliar per Juni 2026.
Sementara secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Semester I 2026 tercatat menembus US$137,24 miliar atau melesat sebesar 18,69 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan lonjakan kinerja impor secara tahunan pada Juni 2026 didorong utama oleh kenaikan impor non-migas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sepanjang Januari sampai dengan Juni tahun 2026 total impor mencapai US$137,24 miliar atau impor naik 18,69 persen jika dibandingkan periode yang sama di tahun yang lalu," ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (3/8).
Ateng menerangkan nilai impor migas pada Semester I 2026 tercatat US$22 miliar atau naik 38,71 persen, sedangkan impor non-migas tercatat sebesar US$115,23 miliar atau naik 15,50 persen.
Berdasarkan penggunaannya secara kumulatif, Ateng menyebut peningkatan nilai impor terjadi di seluruh golongan. Penyumbang utama peningkatan tersebut didorong oleh impor bahan baku penolong yang mencapai US$97,95 miliar atau melonjak 18,38 persen.
Sementara itu, pada Juni 2026 nilai impor migas tercatat sebesar US$4,56 miliar atau melesat 105,15 persen secara tahunan serta impor non-migas menyumbang US$21,35 miliar atau naik 25,05 persen.
"Peningkatan nilai impor secara tahunan terutama didorong oleh peningkatan impor non-migas dengan andil peningkatan impor non-migas tersebut sebesar 22,17 persen," kata Ateng.
Ia menambahkan seluruh golongan penggunaan barang impor mengalami pertumbuhan pada Juni 2026 dengan nilai impor barang konsumsi naik 17,46 persen, bahan baku penolong melonjak 38,94 persen, serta barang modal tumbuh 26,53 persen.