Bansos Beras 10 Kg Cair Mulai 17 Agustus untuk 33 Juta Penerima
Pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial (bansos) pangan beras sebanyak 10 kilogram per keluarga penerima manfaat (KPM) untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 mulai 17 Agustus 2026.
Program tersebut menyasar 33.244.408 KPM dengan total anggaran mencapai Rp17,52 triliun. Penyaluran dilakukan setelah Badan Pangan Nasional (Bapanas) menerbitkan surat penugasan kepada Perum Bulog pada 30 Juli 2026 untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah (CPP) sebagai bantuan pangan beras.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bentuk jaring pengaman sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah ditetapkan bahwa penyaluran bantuan pangan beras sebagai salah satu jaring pengamanan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat, memperkuat stabilitas pangan nasional, dan membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga," kata Amran dalam surat penugasan, Minggu (2/8).
Dalam surat tersebut, Bapanas menugaskan Bulog menyalurkan 10 kilogram beras per KPM untuk tiga bulan alokasi, yakni Juli hingga September 2026. Seluruh alokasi tersebut dapat disalurkan sekaligus dalam satu kali distribusi.
"Kami menugaskan Bulog untuk melaksanakan penyaluran CPP untuk pemberian bantuan pangan beras kepada 33.244.408 penerima sebanyak 10 kilogram per penerima untuk tiga bulan alokasi, yaitu Juli sampai dengan September 2026 yang penyalurannya dapat dilakukan satu kali," ujarnya.
Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani mengatakan penyaluran bantuan pangan tahap kedua akan dilakukan serentak pada 17 Agustus bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Menurut dia, momentum tersebut dipilih agar masyarakat, khususnya kelompok desil 1 hingga 4, dapat merasakan manfaat bantuan pangan saat perayaan kemerdekaan.
"Penyaluran bantuan pangan ini akan dilaksanakan di bulan Agustus bersamaan dengan perayaan 17 Agustus di semua wilayah. Amanat dari Bapak Menko Perekonomian dan diperkuat oleh Bapak Kepala Bapanas bahwa penyaluran di bulan Agustus ini momennya sangat bagus dan tepat," kata Rachmi.
Ia berharap bantuan pangan menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Kemerdekaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Masyarakat agar bisa merasakan, khusus desil 1 sampai 4, bagaimana pemerintah hadir dalam bentuk bantuan pangan di saat-saat masyarakat merayakan 17 Agustus, sehingga bantuan pangan ini menjadi salah satu bagian dari rangkaian kegiatan perayaan 17 Agustus," ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, Bapanas juga membuka peluang pemanfaatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai titik distribusi bantuan apabila memiliki gudang dan lokasi yang memadai.
"KDKMP yang sudah ada bisa menjadi salah satu titik penyaluran bantuan pangan. Kalau misalnya di desa ada KDKMP yang besar, punya tempat yang luas, gudangnya cukup besar, dan dekat dengan tempat tinggal para penerima bantuan pangan, bisa digunakan sebagai lokasi titik salur," kata Rachmi.
Bapanas memastikan penyaluran tetap menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) versi terbaru yang telah diperbarui Badan Pusat Statistik (BPS) pada 10 Juli 2026. Jumlah penerima pada tahap kedua sama dengan tahap pertama, yakni 33,24 juta KPM.
Lihat Juga : |
Untuk memperlancar distribusi, Bulog diminta segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah, termasuk memastikan kualitas beras, kesiapan karung, serta distribusi stok ke titik penyaluran. Khusus wilayah Papua dan daerah terpencil, Bulog diminta mempercepat pengiriman stok mengingat tantangan transportasi dan infrastruktur.
"Bulog wilayah Papua dengan keterbatasan transportasi, angkutan, gudang, mohon segera digerakkan sehingga menjadi prioritas untuk daerah-daerah yang remote terlebih dahulu. Kami berharap penyaluran bantuan pangan tahap ini bisa 100 persen," kata Rachmi.
Sebagai perbandingan, program bantuan pangan beras pada 2025 disalurkan untuk empat bulan alokasi, yakni Juni-Juli serta Oktober-November. Sementara pada 2026, pemerintah merencanakan program tersebut berjalan sedikitnya selama lima bulan alokasi.
Adapun penyaluran bantuan pangan tahap pertama yang mencakup alokasi Februari dan Maret 2026 telah terealisasi kepada 33,14 juta keluarga penerima manfaat atau sekitar 99,7 persen dari target. Secara kuantitas, total beras yang disalurkan mencapai 664,88 ribu ton, disertai 132,97 ribu kiloliter minyak.