REKOMENDASI SAHAM

Daftar Saham yang Bisa Dilirik di Pekan Pertama Agustus

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 06:55 WIB
Monitor Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2019. IHSG pada pukul 12:00 menguat 0,86 persen atau 53,68 poin ke level 6.311,01 pada akhir sesi I perdagangan hari ini. CNN Indonesia/Hesti Rika
IHSG diperkirakan masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam sepekan ke depan, meski kenaikannya diperkirakan terbatas. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 49,76 poin atau naik 0,80 persen di level 6.236 pada Jumat (31/7) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp18,25 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,45 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham melemah selama tiga hari. Sementara indeks menguat di dua hari sisanya. Hanya saja, performa indeks pun tercatat menguat 0,65 persen sepanjang pekan kemarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 27 sampai dengan 31 Juli 2026 perdagangan saham ditutup bervariasi.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 0,48 persen dari Rp10.870 triliun menjadi Rp10.923 triliun pada pekan lalu. Di sisi lain, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 31,23 persen dari 43,68 miliar menjadi 30,04 miliar lembar saham.

Lalu, rata-rata nilai transaksi harian pun turut mengalami penurunan sebesar 21,86 persen dari Rp19,76 triliun menjadi Rp15,44 triliun.

Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian pun juga menurun yakni sebesar 31,88 persen dari 2,67 juta kali transaksi menjadi 1,82 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai jual bersih Rp250,58dan sepanjang tahun 2026 investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp72,987 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (31/7).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham pada perdagangan Senin (3/8) bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Ia memperkirakan indeks bergerak pada rentang support 6.170 dan resistance 6.295,

"Kami berpandangan pasar akan dipengaruhi sentimen tensi geopolitik antara AS-Iran yang kembali meningkat pascaklaim serangan Iran terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz. Ketidakpastian pasar kembali meningkat dan kekhawatiran akan menekan aset berisiko," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (2/8).

Menurutnya, meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar juga tercermin dari kenaikan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) tenor 10 tahun ke level 4,74 persen, tertinggi sejak Januari 2025.

Dari dalam negeri, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Juli 2026 yang diperkirakan tumbuh 3,3 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Selain itu, investor akan mencermati data S&P PMI Manufaktur Indonesia yang diproyeksikan naik ke level 47, meski masih berada di zona kontraksi. Oktavianus menilai kedua data tersebut berpotensi direspons negatif oleh pasar.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang ditutup menguat 1,85 persen ke posisi 165 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi BUMI dapat menyentuh level 184 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Unilever Indonesia Tbk atau UNVR yang ditutup menguat 2,33 persen ke posisi 1.755 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi UNVR dapat menyentuh level 1.820 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan dalam sepekan ke depan, meski kenaikannya diperkirakan terbatas. Ia memperkirakan IHSG bergerak pada kisaran level support 5.966 dan resistance 6.377.

"Untuk sepekan ke depan, kami memperkirakan IHSG masih berpeluang menguat dengan kecenderungan terbatas," ujar Herditya.

Menurutnya, pergerakan pasar akan dipengaruhi sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari domestik, investor akan mencermati rilis sejumlah data makro ekonomi Indonesia, seperti neraca dagang, inflasi, dan cadangan devisa.

Sementara dari eksternal, perhatian pasar akan tertuju pada data neraca dagang dan Purchasing Managers' Index (PMI) China, serta data ketenagakerjaan dan non-farm payrolls (NFP) AS.

Selain itu, investor juga diperkirakan masih akan mencermati independensi dan kesinambungan kebijakan moneter Bank Indonesia, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya pun merekomendasikan saham PT Bumi Resources Minerals Tbk atau BRMS yang ditutup menguat 0,90 persen ke level 560 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BRMS dapat menyentuh level 605 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Energi Mega Persana Tbk atau ENRG yang ditutup menguat 0,78 persen ke level 1.290 pada pekan lalu. Ia memproyeksi ENRG dapat menyentuh level 1.610 pada pekan ini.

Lalu, Herditya juga merekomendasikan saham PT Merdeka Battery Materials Tbk atau MBMA yang ditutup menguat 3,48 persen ke level 505 pada pekan lalu. Ia memproyeksikan MBMA dapat menyentuh level 580 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

[Gambas:Video CNN]

(pta)