PLN Siap Serap Listrik PSEL Legok Nangka demi Pengelolaan Sampah Jabar

PLN | CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 11:27 WIB
PLN
Groundbreaking fasilitas PSEL Legok Nangka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (29/7). (Foto: Arsip PLN)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT PLN (Persero) menyatakan kesiapannya menyerap listrik dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Legok Nangka di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Langkah ini menjadi bentuk komitmen PLN dalam mendukung program pengelolaan sampah berkelanjutan di daerah tersebut.

Proyek PSEL Legok Nangka yang kini memasuki tahap konstruksi ditargetkan beroperasi pada 2029. Pembangkit ini dirancang mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik berkapasitas 40,79 megawatt atau 310 gigawatt-hour per tahun.

Sebagai bentuk dukungan, pada Maret 2026 PLN menandatangani Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan PT Jabar Environmental Solutions (PT JES). Melalui kerja sama ini, listrik yang dihasilkan PSEL Legok Nangka akan disalurkan ke sistem kelistrikan PLN untuk dimanfaatkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, menyampaikan proyek ini menjadi bagian dari percepatan penanganan sampah perkotaan menjadi energi. Proyek tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menuntaskan persoalan sampah sebelum 2029 melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029.

"Groundbreaking hari ini bukan sekadar menandai dimulainya pembangunan sebuah infrastruktur, tetapi juga menjadi simbol komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih bersih, lebih hijau, dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (31/7).

Ia berharap PSEL Legok Nangka dapat menjadi model pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi di berbagai daerah. Proyek ini diyakini memberikan dampak positif, mulai dari pengurangan volume sampah hingga perbaikan kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menilai PSEL Legok Nangka merupakan solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan Bandung Raya. Menurutnya, pemanfaatan sampah sebagai sumber energi juga dapat memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan secara berkelanjutan.

Selain itu, dia menyebut kehadiran PSEL Legok Nangka dan fasilitas sejenis akan menjadi alat pemicu lahirnya sistem pengolahan sampah modern. Keberadaan proyek ini sekaligus mendidik masyarakat untuk senantiasa hidup bersih dan tertib.

"Yang kedua berkahnya adalah kita akan mendapatkan energi listrik yang tentunya memberikan sumbangsih bagi kekuatan PLN untuk memiliki energi besar bagi kehidupan industri," kata Dedi.

Di sisi lain, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan PLN, Suroso Isnandar, menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan pemerintah dalam mendukung PSEL Legok Nangka.

"PLN siap mengeksekusi PJBL sesuai arahan pemerintah. Kami akan menyerap produksi listrik yang dihasilkan dari pengolahan sampah ini dan menyalurkannya kepada masyarakat," ucap dia.

Dirinya menambahkan, periode PJBL selama 20 tahun yang disepakati menjadi bukti komitmen PLN dalam menjamin kepastian operasional proyek. Melalui perjanjian tersebut, perseroan memberikan kepastian pembelian listrik yang dihasilkan, sehingga mendukung pengembangan proyek waste to energy secara berkelanjutan.

Pengembangan PSEL Legok Nangka juga membuktikan bahwa sektor ketenagalistrikan dapat berkontribusi langsung pada penyelesaian masalah lingkungan. Pemanfaatan sampah menjadi listrik dinilai sebagai langkah nyata menuju kemandirian dan swasembada energi nasional.

"Melalui PSEL, kita bukan hanya memelihara lingkungan baik ke depannya, namun juga menghasilkan listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Ini merupakan energi terbarukan yang secara cycle akan terus-menerus sepanjang ada sampah, maka akan dihasilkan listrik yang dapat dimanfaatkan," pungkas Suroso.

(rir)