Rupiah Menguat ke Rp18.055 per Dolar AS Pagi Ini

CNN Indonesia
Jumat, 31 Jul 2026 09:37 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dollar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Rabu, 5 September 2018.
Analis memperkirakan rupiah bakal melanjutkan penguatan seiring pelemahan dolar AS usai rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) di bawah ekspektasi pasar. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah dibuka di posisi Rp18.055 per dolar AS pada perdagangan Jumat (31/7) pagi. Mata uang Garuda menguat 56 poin atau 0,31 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Penguatan rupiah sejalan dengan pergerakan mata uang Asia yang cenderung bervariasi terhadap dolar AS. Yuan China menguat 0,03 persen, peso Filipina naik 0,31 persen, dan ringgit Malaysia terapresiasi 0,10 persen.

Di sisi lain, dolar Singapura melemah 0,19 persen, yen Jepang turun 0,70 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,78 persen, sementara dolar Hong Kong melemah tipis 0,01 persen terhadap dolar AS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, mata uang utama negara maju kompak melemah terhadap dolar AS. Euro Eropa turun 0,12 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,07 persen, dolar Australia melemah 0,04 persen, dolar Kanada turun 0,01 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,20 persen.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring pelemahan dolar AS setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang berada di bawah ekspektasi pasar.

"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS yang melemah tajam setelah data inflasi PCE dan PDB AS yang jauh lebih lemah dari perkiraan. Namun, penguatan mungkin terbatas oleh eskalasi konflik di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak mentah dunia, serta sentimen domestik yang masih lemah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com, Jumat (31/7).

Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18 ribu hingga Rp18.050 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.

[Gambas:Youtube]

(lau/ins)