Bulog Perkuat Kolaborasi untuk Amankan Penyerapan Tebu Petani Blora

Bulog | CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 16:58 WIB
Bulog
PT GMM dan DPC APTRI melakukan benchmarking dan penjajakan kerja sama dengan PT WGI Tegal. (Foto: Arsip Bulog)
Jakarta, CNN Indonesia --

Perum Bulog memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan hasil panen tebu petani di Kabupaten Blora tetap terserap selama proses pemulihan operasional PT Gendhis Multi Manis (PT GMM). Langkah tersebut ditempuh untuk menjaga keberlangsungan usaha petani sekaligus mendukung ekosistem industri gula nasional.

Melalui PT GMM, Bulog menggandeng Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) Kabupaten Blora melakukan benchmarking dan penjajakan kerja sama dengan PT Wahana Gula Investama (WGI) Tegal, Senin (27/7). Kegiatan itu diikuti jajaran manajemen PT GMM dan pengurus APTRI Blora untuk membahas peluang kemitraan dalam penyerapan tebu petani.

Penjajakan kerja sama itu dimaksudkan untuk menghadirkan alternatif penyerapan tebu, sehingga hasil panen petani tetap tersalurkan dan produktivitas usaha tani tetap terjaga. Aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah perkebunan tebu pun diharapkan tetap berjalan normal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, menegaskan kepentingan petani menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil perusahaan.

"Bagi BULOG, tebu bukan sekadar komoditas, melainkan sumber penghidupan bagi petani, pekerja, pelaku usaha, serta masyarakat sekitar. Karena itu, fokus kami adalah memastikan hasil panen petani tetap memiliki kepastian penyaluran melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri, sembari mengawal percepatan pemulihan operasional PT GMM sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (30/7).

Di saat yang sama, PT GMM tengah memfinalisasi kajian teknis sebagai dasar pelaksanaan pemulihan operasional pabrik. Perum Bulog selaku pemegang saham memastikan seluruh proses dilakukan secara cermat, terukur, dan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Perusahaan menilai langkah tersebut penting agar operasional PT GMM dapat kembali berjalan secara optimal dan berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk petani tebu.

Rahmanto menambahkan, sinergi antara Bulog, PT GMM, APTRI, dan mitra industri merupakan wujud komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan ekosistem pergulaan nasional. Kolaborasi ini juga dinilai penting untuk memperkuat kepercayaan petani terhadap proses pemulihan yang tengah berlangsung.

"Tidak ada pembiaran terhadap petani tebu. Selama proses pemulihan PT GMM, Bulog memastikan hasil panen petani tetap diupayakan terserap melalui kolaborasi dengan mitra industri," tegas dia.

Menurutnya, langkah itu merupakan bentuk tanggung jawab Bulog dalam menjaga keberlanjutan usaha petani sekaligus mendukung ketahanan industri gula nasional. Perum Bulog juga akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, asosiasi petani, dan mitra industri terkait.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan penyerapan tebu tetap berjalan selama masa transisi. Bulog berharap proses pemulihan operasional PT GMM dapat segera terealisasi sehingga industri gula nasional semakin sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Ke depan, Bulog menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, asosiasi petani, mitra industri, serta para pemangku kepentingan lainnya. Langkah itu dilakukan untuk memastikan penyerapan tebu tetap berjalan seiring percepatan pemulihan operasional PT GMM sehingga industri gula nasional dapat berkembang secara lebih sehat, produktif, dan berkelanjutan.

(rir)