Sinergi KUB Dorong Kinerja Konsolidasi Bank Jatim di Semester I 2026

Bank Jatim | CNN Indonesia
Kamis, 30 Jul 2026 11:57 WIB
Bank Jatim
(Foto: dok Bank Jatim)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat daya saing industri perbankan daerah, serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan melalui kolaborasi yang saling memberikan nilai tambah, antara lain bersama bank pembangunan daerah anggota Kelompok Usaha Bank (KUB).

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa penguatan sinergi antaranggota KUB menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan ekosistem perbankan daerah yang semakin kuat, efisien, dan kompetitif.

Sebagai entitas utama KUB, Bank Jatim ditegaskan berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sinergi yang dibangun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan peluang bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas layanan kepada masyarakat, serta memperkuat daya saing Bank Pembangunan Daerah secara bersama-sama," ujar Winardi.

Saat ini, KUB Bank Jatim beranggotakan Bank NTB Syariah, Bank NTT, Bank Banten, Bank Sultra, dan Bank Lampung. Bersama kelima BPD itu, Bank Jatim mengakselerasi implementasi berbagai potensi kerja sama yang memberikan manfaat bagi seluruh pihak.

Dengan Bank NTB Syariah, misalnya, sinergi difokuskan pada implementasi layanan remitansi. Adapun saat ini sedang dalam proses integrasi sistem terkait bisnis remitansi bersama dengan menimbang potensi angka PMI di Provinsi NTB.

Bersama Bank NTT, pemanfaatan layanan jasa kustodian sebagai bentuk kerja sama resiprokal antara kedua belah pihak mencatat angka yang terus bertumbuh, terindikasi dengan optimalisasi penambahan penempatan surat berharga. Selain itu, kedua bank juga telah mencapai kesepakatan terkait negosiasi fee layanan remitansi.

Selanjutnya bersama Bank Banten, Bank Jatim melakukan penyelarasan ketentuan joint financing guna mendukung implementasi pembiayaan bersama yang lebih efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kemudian dengan Bank Sultra, sinergi diarahkan pada pengembangan layanan prioritas. Saat ini, proses kerja sama berada pada tahap pemenuhan dokumen perizinan kepada regulator sebagai bagian dari persiapan implementasi layanan tersebut.

Menurut Winardi, berbagai bentuk kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa KUB sebagai wadah pemenuhan ketentuan regulator, juga mampu menghadirkan sinergi bisnis yang memberikan dampak positif terhadap penguatan fundamental seluruh anggota.

"Kami optimis sinergi antar anggota KUB akan terus berkembang melalui berbagai kerja sama strategis lainnya. Dengan saling berbagi kapabilitas, memperluas layanan, dan mengoptimalkan potensi masing-masing daerah, kami yakin KUB akan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan Bank Pembangunan Daerah di Indonesia," ujarnya.

Implementasi sinergi yang berjalan sampai saat ini turut berkontribusi terhadap kinerja konsolidasi Bank Jatim yang tumbuh positif sepanjang semester I tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp 162,05 triliun, meningkat 37,16 persen secara tahunan (Year-on-Year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar Rp 118,15 triliun.

Penyaluran kredit konsolidasi juga mencatatkan pertumbuhan yang sangat baik, naik 41,68 persen YoY dari Rp78,55 triliun pada semester I/2025 menjadi Rp111,28 triliun pada semester I/2026. Selain itu, laba bersih konsolidasi Bank Jatim selama enam bulan pertama tahun 2026 meningkat 53,49 persen YoY, dari Rp811 miliar menjadi sekitar Rp1,2 triliun.

Winardi menyatakan, seluruh pencapaian tersebut menunjukkan bahwa strategi penguatan sinergi melalui KUB mampu memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan bisnis, baik bagi Bank Jatim maupun seluruh anggota.

"Ke depan kami akan terus memperluas ruang kolaborasi, mempercepat transformasi digital, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kontribusi Bank Pembangunan Daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional maupun daerah," tutup Winardi.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]