ESDM Siapkan Pembangkit Listrik dari Sampah 4.502 MW Masuk RUPTL PLN

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 18:35 WIB
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung dalam satu acara.
(ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah menyiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan total kapasitas 4.502,7 megawatt (MW) (Foto: CNN Indonesia/ Endrapta Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah menyiapkan pengembangan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) dengan total kapasitas 4.502,7 megawatt (MW).

Pengembangan energi itu termuat dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero).

Yuliot mengatakan langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari penerbitan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 untuk mempercepat pengembangan pengolahan sampah menjadi energi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pemerintah telah memperkuat regulasi untuk mengakselerasi pengembangan pengolahan sampah menjadi energi melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025," ujar Yuliot dalam acara groundbreaking proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPPAS Regional Legok Nangka, Jawa Barat, Kamis (30/7).

Dia mengatakan Kementerian ESDM telah menindaklanjuti beleid tersebut melalui sejumlah kebijakan. Ini di antaranya adalah melalui penyederhanaan perizinan hingga memasukkan rencana pengembangan PLTSa ke dalam RUPTL PLN.

"Berkaitan dengan Peraturan Presiden di atas, Kementerian ESDM telah menindaklanjuti dengan berbagai kemudahan perizinan untuk PSEL, penetapan RUPTL yang memuat rencana pengembangan PSEL dengan total kapasitas sebesar 4.502,7 MW, serta fleksibilitas kapasitas pengembangan PSEL di luar yang ditetapkan dalam kuota RUPTL," jelasnya.

Yuliot mengatakan percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi diperlukan karena Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam pengelolaan sampah.

Menurutnya, pada 2025 timbunan sampah nasional mencapai 56,6 juta ton.

Dari jumlah tersebut, sekitar 63,3 persen telah dikelola melalui tempat pemrosesan akhir (TPA), bank sampah, maupun fasilitas pengolahan sampah terpadu.

[Gambas:Video CNN]

(lau/asa) Add as a preferred
source on Google