Freeport Siapkan Tambang Baru Demi Jaga Produksi

CNN Indonesia
Senin, 03 Agu 2026 13:12 WIB
Tony Wenas - Presiden Direktur PT Freeport Indonesia.
PT Freeport Indonesia (PTFI) mempersiapkan tambang baru untuk menjaga keberlanjutan produksi setelah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) berakhir pada 2041. (CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Freeport Indonesia (PTFI) mempersiapkan tambang baru untuk menjaga keberlanjutan produksi setelah Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) berakhir pada 2041.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI) Tony Wenas mengatakan pengembangan tambang bawah tanah merupakan investasi jangka panjang yang membutuhkan waktu sekitar 15 hingga 20 tahun sejak tahap eksplorasi hingga mulai berproduksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena itu, persiapan tambang baru harus dimulai jauh sebelum masa operasi tambang yang ada berakhir.

"Membangun tambang bawah tanah itu tidak terjadi dalam waktu satu-dua tahun. Itu bisa 15-20 tahun. Tambang yang kita tambang di tahun 2016-2017, Grasberg Block Cave, itu kita persiapkan dari tahun 2004. Jadi perlu waktu 13 tahun," ujar Tony dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV.

Karenanya, Freeport mengajukan perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi penurunan produksi setelah izin usaha perusahaan berakhir pada 2041.

"Kami akan me-develop tambang baru yang memerlukan waktu kira-kira mungkin 15 tahun. Tapi kan perlu ada kepastian dari sekarang. Oleh karena itu memang diajukan perpanjangannya dari sekarang

Menurut Tony, kepastian perpanjangan izin diperlukan agar pengembangan tambang baru dapat dilakukan sebelum produksi dari tambang eksisting menurun setelah 2041.

"Supaya pada saatnya nanti di 2041 tidak terjadi depleting di production. Jadi stabil terus. Karena kita sudah berani investasi untuk menemukan cadangan-cadangan baru yang kami yakini ada," ujarnya.

Ia menilai keberlanjutan operasi tambang tidak hanya penting bagi perusahaan, tetapi juga berdampak pada tenaga kerja, masyarakat sekitar, hingga penerimaan negara.

"Perpanjangan IUPK ini penting sekali untuk keberlanjutan tambang, yang mana berarti employment sebesar 35 ribu orang akan tetap berlanjut. Program community development kita sebesar hampir Rp2 triliun per tahun untuk masyarakat akan berlanjut," kata Tony.

Selain itu, ia menyebut kontribusi Freeport kepada negara juga akan tetap terjaga apabila operasional tambang berlanjut.

"Manfaat bagi negara sebesar Rp75 triliun tahun lalu, dan kalau tahun 2028 diperkirakan bisa Rp120 triliun per tahun. Itu juga akan berhenti kalau tidak ada keberlanjutan," ujar Tony.

Tony menegaskan tidak ada pihak yang diuntungkan apabila operasi tambang berhenti pada 2041 karena tambang bawah tanah yang telah dieksploitasi tidak bisa begitu saja dialihkan kepada pihak lain.

"Tidak ada yang diuntungkan kalau itu berhenti di tahun 2041. Tidak bisa juga orang lain ganti menambang itu, karena tambangnya akan sudah collapse. Jadi adalah manfaat bagi semua pihak kalau itu diperpanjang," kata Tony.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr)