Bayar MRT Kini Bisa Pakai Kartu Kredit
PT MRT Jakarta (Perseroda) meluncurkan sistem pembayaran tiket baru dengan kartu kredit nirsentuh atau EMV Contactless.
Sistem pembayaran tersebut merupakan yang pertama kali diterapkan pada layanan transportasi di Indonesia.
Inovasi ini memungkinkan masyarakat maupun wisatawan asing yang ingin naik MRT Jakarta dapat langsung menggunakan kartu kredit untuk tap in dan tap out tanpa harus membeli atau mengisi saldo kartu khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini sistem pembayaran tiket dengan kartu kredit nirsentuh atau yang disebut dengan EMV Contactless di MRT Jakarta, dan ini adalah baru pertama kali yang ada di Indonesia menggunakan kartu kredit," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam acara Peluncuran Sistem Pembayaran Tiket dengan EMV Contactless di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (29/7), dikutip Detikfinance.
Lihat Juga : |
EMV sendiri adalah singkatan dari Europay, Mastercard, dan Visa yang merupakan tiga perusahaan besar pelopor standar keamanan chip kartu pembayaran berbasis kartu global, seperti kartu kredit atau debit.
Sistem EMV Contactless tersebut memungkinkan penumpang membayar perjalanan menggunakan kartu kredit Visa dan Mastercard tanpa harus menggunakan kartu khusus MRT atau mengisi saldo e-money yang selama ini banyak digunakan masyarakat.
"Kalau mereka akan menggunakan MRT harus menggunakan kartu khusus Sekarang dengan adanya Visa dan Mastercard yang bisa digunakan mereka langsung bisa menggunakan itu," jelasnya.
Menurut Pramono, kemudahan pembayaran layanan MRT Jakarta menjadi salah satu unsur penting dalam meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global. Adapun sistem serupa juga telah diterapkan untuk moda-moda transportasi di sejumlah kota di dunia, seperti Singapura, Tokyo, Shanghai, Kuala Lumpur, Hong Kong, Sydney, dan New York.
"Dengan demikian sebagai kota global Jakarta sekarang ini harus menjadi kota yang sejajar dengan kota-kota yang sudah menerapkan ini. Di antaranya adalah Singapura, Tokyo, Shanghai, New York, Kuala Lumpur, Hong Kong, Sydney dan sebagainya," ungkap Pramono.
Ia menjelaskan dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, sebanyak lebih dari 2,5 juta wisatawan atau turis mancanegara mengunjungi kawasan Jakarta sepanjang 2024.
Atas dasar tersebut, Pemprov Jakarta menargetkan agar sistem pembayaran kartu kredit nirsentuh dapat dikembangkan dan diintegrasikan pada moda transportasi publik lainnya di Jakarta.
"Nanti bukan hanya MRT, Ke depan saya minta untuk LRT, Transjakarta, TransJabodetabek. LRT pun, LRT Jakarta maupun LRT yang dibangun oleh pemerintah pusat bisa digunakan," pungkas Pramono.
as a preferred source on Google