Pengusaha Minta Kepastian Arah Kebijakan BI usai Perry Warjiyo Mundur

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jul 2026 10:41 WIB
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengungkapkan sebanyak 126 ribu buruh mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang Januari hingga Mei 2026. Angka tersebut tercermin dari data BPJS Ketenagakerjaan mengenai tenaga kerja nonaktif akibat PHK.
Apindo minta kepastian kebijakan BI pasca pengunduran diri Perry Warjiyo. Fokus pada transisi kepemimpinan dan kesinambungan kebijakan moneter yang independen. (FOTO:CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta pemerintah segera memberikan kepastian mengenai arah kebijakan Bank Indonesia (BI) setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Dunia usaha menilai kepastian kebijakan moneter lebih penting dibanding sekadar mengetahui siapa sosok yang akan menggantikan pucuk pimpinan.

Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan pelaku pasar memang lazim bereaksi terhadap kabar pengunduran diri pejabat penting. Namun, menurutnya, perhatian utama seharusnya bukan hanya tertuju pada reaksi jangka pendek, melainkan bagaimana proses transisi kepemimpinan BI berjalan ke depan.

"Yang mesti kita lihat jangan hanya hari ini, nanti kelanjutannya seperti apa. Selanjutnya bagaimana transisi kepemimpinan BI itu yang lebih penting," ujar Shinta dalam acara Konferensi Pers Pre Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional (Rakerkonas) Apindo ke-35, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai selama masa kepemimpinan sementara belum terlihat adanya perubahan signifikan dalam kebijakan BI. Meski demikian, dunia usaha masih menunggu kepastian apakah Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti akan ditetapkan sebagai gubernur definitif atau pemerintah akan mengusulkan nama lain.

Menurut Shinta, sosok gubernur BI memang menjadi perhatian pasar. Namun, yang jauh lebih penting adalah kesinambungan kebijakan moneter yang akan diambil bank sentral.

"Kepemimpinan itu bukan cuma satu orang. Yang penting kebijakan yang diambil oleh Bank Indonesia. Figur ini cuma sebagai trigger," jelas Shinta.

[Gambas:Youtube]

Ia menambahkan pelaku usaha juga akan mencermati independensi BI setelah pergantian kepemimpinan. Menurutnya, pasar akan melihat apakah arah kebijakan bank sentral tetap dijalankan secara independen atau justru dipengaruhi kepentingan lain.

"Buat kami bukan hanya soal siapa ketuanya, tapi kebijakan ke depan itu BI seperti apa. Apakah ada intervensi ke BI? Itu yang sangat penting diperhatikan," katanya.

Senada, Ketua Komite Analisis Kebijakan Ekonomi Bidang Perbankan dan Jasa Keuangan Apindo Aviliani mengatakan dunia usaha menghormati keputusan Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri sekaligus mengapresiasi kontribusinya selama memimpin BI.

"Yang penting sekarang wait and see karena perlu kepastian kemudian reaksinya seperti apa," jelas Aviliani.

Ia menilai kehadiran Destry Damayanti sebagai pemimpin sementara memberi sinyal keberlanjutan kebijakan sehingga belum ada alasan bagi pelaku usaha untuk terlalu khawatir. Meski demikian, Aviliani menegaskan pemerintah perlu segera memberikan kepastian mengenai kepemimpinan BI agar kebijakan moneter tetap dipercaya mampu menghadapi tantangan ekonomi global.

"Kepastian itu penting agar kebijakan moneter ini bisa menghadapi berbagai tantangan, apalagi dengan adanya ketidakpastian global dan dinamika perdagangan internasional," pungkasnya.

(ldy/ins) Add as a preferred
source on Google