Mentan Buka-bukaan soal Ancaman Gagal Panen Gara-gara Super El Nino

tim | CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 19:44 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta mahasiswa tidak mudah terprovokasi saat kuliah umum di Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, Rabu (15/7).
Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan fenomena super El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini berpotensi memicu gagal panen di sejumlah daerah. (CNN Indonesia/Dela Naufalia Fitriyani).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan fenomena super El Nino yang diperkirakan terjadi tahun ini berpotensi memicu gagal panen di sejumlah daerah.

Namun, Amran memastikan dampaknya diperkirakan hanya terjadi secara terbatas dan tidak akan mengganggu stok pangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Amran saat tiba di Istana Kepresidenan, Selasa (28/7), untuk mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto yang membahas langkah antisipasi menghadapi ancaman El Nino.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin ada kecil-kecil (potensi gagal panen akibat El Nino), tapi itu tidak akan berpengaruh pada stok nasional," ujar Amran ditemui sebelum rapat.

Amran mengatakan dampak kekeringan memang mulai terasa di beberapa daerah. Namun, menurutnya, kondisi tersebut belum memengaruhi produksi pertanian secara nasional sehingga stok pangan dinilai tetap aman.

Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi sejak awal pemerintahan Prabowo. Pengalaman menghadapi El Nino pada 2023-2024 menjadi dasar penyusunan strategi untuk menghadapi potensi musim kering tahun ini.

"Kita tahun pertama Oktober kita sudah mengantisipasi dengan cara pertama pompanisasi. Kita melakukan pompanisasi ada 100 ribu pompa seluruh Indonesia kita sebar. Yang kedua irigasi," ujarnya.

Amran menjelaskan pemerintah juga memperbaiki jaringan irigasi hingga sekitar 900 ribu hektare, menyiapkan benih tahan kekeringan, mengoptimalkan sekitar 800 ribu hektare lahan rawa, membuka lebih dari 200 ribu hektare sawah baru, serta membangun embung, sumur dangkal, dan sumur dalam untuk menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

[Gambas:Youtube]

Menurut dia, optimalisasi lahan rawa menjadi salah satu strategi penting karena lahan tersebut justru lebih produktif saat musim kemarau ketika permukaan air mulai surut.

Selain menyiapkan infrastruktur dan sarana produksi pertanian, pemerintah juga mengandalkan cadangan pangan nasional untuk menjaga pasokan apabila El Nino berlangsung lebih lama dari perkiraan.

"Sekarang persiapan kita stok pangan kita aman. Standing crop nilainya itu kurang lebih 10-11 juta ton," ujar Amran.

Amran mengatakan stok beras pemerintah yang tersimpan di Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton. Ditambah dengan tanaman padi yang masih berada di lahan, pemerintah memperkirakan pasokan pangan masih mencukupi hingga memasuki panen raya pada Maret tahun depan.

Ia juga optimistis kondisi tersebut tidak akan memicu lonjakan harga bahan pokok karena cadangan beras pemerintah masih mencukupi apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk intervensi pasar.

Amran sebelumnya sempat menyinggung prediksi kemunculan 'El Nino Godzilla' yang disebut-sebut berpotensi memicu kemarau panjang.

"Dulu awalnya katanya bulan empat (April), ternyata banjir. Bulan lima (Mei) banjir lagi, bulan enam (Juni) banjir lagi. BMKG kemarin mengumumkan Jawa Timur, beberapa provinsi seluruh Indonesia ada hujan lebat dan itu harus diantisipasi," ujarnya.

Menurut Amran, kondisi tersebut menunjukkan cuaca masih dinamis meski El Nino diperkirakan menguat. Ia menilai hujan yang masih turun di sejumlah wilayah menjadi keuntungan bagi petani, tetapi pemerintah tetap menyiapkan langkah mitigasi apabila musim kering berkepanjangan benar-benar terjadi.

Dalam kesempatan sama, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rapat terbatas bersama Kepala Negara juga membahas strategi pemerintah menghadapi dampak El Nino terhadap ketersediaan air dan meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menurut AHY, pemerintah akan memastikan sumber daya air dikelola secara efisien agar kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjamin pasokan air irigasi untuk lahan pertanian.

"Kita harus memastikan air kita cukup. Sumber daya air yang harus dikelola dengan efisien untuk memastikan suplai air bersih untuk rumah tangga, termasuk tentunya irigasi untuk mengairi sawah-sawah dan menjaga produktivitas pertanian," ujar AHY.

Selain memastikan ketersediaan air, pemerintah juga membuka opsi melakukan operasi modifikasi cuaca apabila diperlukan. Langkah tersebut akan dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menjaga debit air waduk dan danau selama musim kemarau.

AHY mengatakan pemerintah juga akan memperkuat upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan, termasuk menjaga kelembapan lahan gambut agar titik-titik api tidak berkembang saat musim kering.

"Kita harus mengantisipasi jika memang sangat diperlukan, tentu kita berkoordinasi dengan BMKG misalnya untuk melakukan operasi modifikasi cuaca untuk memastikan waduk-waduk kita debit airnya tetap dalam kondisi yang aman, termasuk danau," ujarnya.

BMKG sebelumnya menyatakan indikator iklim menunjukkan El Nino berkekuatan kuat dan berpotensi terus menguat pada tahun ini. Kondisi tersebut diperkirakan menghambat pembentukan awan hujan sehingga meningkatkan risiko penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Di sektor pertanian, kondisi tersebut dapat memicu kekeringan, mengganggu pertumbuhan tanaman, hingga meningkatkan risiko gagal panen apabila tidak diantisipasi sejak dini.

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google