Zulhas Targetkan Perpres Kopdes Merah Putih Rampung Minggu Ini

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 17:47 WIB
Zulkifli Hasan saat tiba di kediaman Rachmat Gobel di kawasan Jalan Soepomo, Jakarta, Jumat (10/7/2026). (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
Menteri Zulkifli Hasan targetkan Perpres Koperasi Desa Merah Putih rampung pekan ini. Program ini diharapkan dorong pertumbuhan ekonomi desa dan petani. (FOTO:CNBC Indonesia/ Elga Nurmutia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tata kelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bakal rampung pekan ini.

Pria yang akrab disapa Zulhas itu menyampaikan penyelesaian beleid tersebut diperlukan sebagai acuan atau pedoman seluruh pihak untuk menjalankan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

"Mudah-mudahan minggu ini (Perpres) selesai tata kelolanya agar semua bisa punya pegangan yang sama," ujar Zulhas dalam konferensi pers rapat koordinasi terbatas KDKMP di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan perumusan implementasi program Kopdes Merah Putih diharapkan dapat mendorong desa menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Karena membangun suatu 83 ribu desa yang agar kita berdayakan menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, yang selama puluhan tahun kan tidak ada. Ini kita bangun tentu banyak tantangan dan hambatan," kata Zulhas.

"Tetapi hari ini kita sudah mulai merumuskan sama-sama. Insya Allah di Oktober, Koperasi Desa Merah Putih atau Nelayan Merah Putih ini sudah terasa nanti dampaknya di tengah-tengah masyarakat," lanjutnya.

[Gambas:Youtube]

Dalam kesempatan sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan kehadiran Kopdes Merah Putih dapat memangkas rantai pasok komoditas pangan.

Menurut dia, nantinya dari delapan mata rantai dapat dipersingkat menjadi hanya tiga. Selain itu, keuntungan yang selama ini dinikmati tengkulak atau middleman dapat kembali kepada petani dan masyarakat.

"Kami pernah hitung sembilan komoditas itu nilainya untuk middleman dia dapatkan keuntungan Rp313 triliun. Nah, katakanlah koperasi dapat Rp50 triliun saja. Artinya apa? Ada Rp263 triliun itu bisa dinikmati petani," kata Amran.

Amran menilai skema distribusi yang lebih pendek tersebut akan meningkatkan aliran uang berputar di desa sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

Selain untuk memangkas rantai distribusi, ia juga mengatakan Kopdes Merah Putih akan disiapkan sebagai titik distribusi penyaluran pupuk subsidi agar petani tidak lagi perlu mengambil ke lokasi yang jauh.

Kemudian, Kopdes Merah Putih juga akan menjadi tempat penjualan gabah petani sehingga mereka tidak perlu lagi mengirim hasil panen ke gudang Bulog yang selama ini lokasinya bisa mencapai puluhan kilometer dari lahan pertanian.

"Kalau setiap desa ada koperasi, uangnya berputar di situ. Jadi rantai pasoknya pendek, kemudian daya beli masyarakat naik, kemudian kesejahteraan petani meningkat," tuturnya.

Adapun Amran menambahkan Kopdes Merah Putih akan menjalankan fungsi sebagai offtaker dan distributor hasil pertanian melalui Agrinas Pangan.

"Jadi ada dua fungsi; offtaker sayur-sayuran yang selama ini biasa kita lihat tomat dibuang, sayur dibuang, cabai dibuang karena harganya murah. Tapi di timur, di Aceh murah tapi di timur mahal. Nah, inilah fungsi Agrinas Pangan nanti meng-organize dari Sabang sampai Merauke," pungkasnya.

(fln/ins) Add as a preferred
source on Google