Kemnaker Bakal Perketat Seleksi Magang Nasional: Harus Sesuai Jurusan

CNN Indonesia
Selasa, 28 Jul 2026 15:33 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli memastikan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan terus melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk mengecek langsung kondisi ketenagakerjaan, termasuk memverifikasi kabar mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK
Kementerian Ketenagakerjaan akan memperketat proses seleksi Program Magang Nasional agar peserta memperoleh pengalaman kerja sesuai dengan bidang keilmuannya. (CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memperketat proses seleksi Program Magang Nasional agar peserta memperoleh pengalaman kerja yang sesuai dengan bidang keilmuannya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan perusahaan memanfaatkan program magang dengan menempatkan peserta pada pekerjaan yang tidak relevan dengan latar belakang pendidikan.

Karenanya, seluruh lowongan magang yang diajukan perusahaan akan melalui proses verifikasi sebelum dibuka kepada peserta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita buka sistemnya akuntabel, transparan. Perusahaan mem-posting dulu lowongan magangnya, kami verifikasi. Kita tidak mau ada magang itu lulusan S1 teknik disuruh magang jadi resepsionis karena kata perusahaan mumpung lagi gratis," ujar Yassierli usai membuka Pameran Job Fair secara online di kantornya, Selasa (28/7).

Ia menjelaskan pemerintah membagi pelaksanaan Program Magang Nasional menjadi tiga gelombang, masing-masing sebanyak 50 ribu peserta, dengan total akan mencapai 150 ribu peserta dalam setahun.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap program tersebut sangat tinggi. Pada gelombang pertama yang dibuka untuk 50 ribu peserta, jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 300 ribu orang.

"Sekarang hari terakhir pendaftaran pemagangan untuk lulusan perguruan tinggi satu tahun terakhir. Posisi 50 ribu yang daftar sudah 300 ribu. Ini luar biasa, baru batch satu," jelasnya.

Yassierli mengatakan program magang dirancang untuk menjawab persoalan utama dunia kerja, yakni kesenjangan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

[Gambas:Youtube]

Pemerintah ingin memastikan para lulusan memperoleh keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan sebelum memasuki pasar kerja.

"Masalah utama saat ini adalah kompetensi. Dengan program pemagangan ini kami ingin memastikan dalam enam bulan mereka memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan karena masih banyak lulusan perguruan tinggi yang mungkin belum cukup memadai kompetensinya untuk masuk ke dunia kerja," ujarnya.

Selain meningkatkan kompetensi, Kemnaker juga ingin mengurangi persoalan vertical mismatch dan horizontal mismatch yang dinilai masih menjadi penyebab rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia.

Yassierli menjelaskan vertical mismatch terjadi ketika lulusan perguruan tinggi bekerja pada posisi yang sebenarnya cukup diisi lulusan jenjang pendidikan lebih rendah. Sementara horizontal mismatch terjadi ketika seseorang bekerja di bidang yang tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang dipelajarinya selama kuliah.

"Seorang lulusan teknik, lulusan akuntansi, atau jurusan lainnya, tetapi bekerjanya bukan bidang yang terkait dengan apa yang sudah dipelajari selama empat tahun," terangnya.

Oleh karena itu, pemerintah menjadikan program magang enam bulan sebagai salah satu strategi untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sekaligus meningkatkan kesesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

"Sehingga magang 6 bulan, pemerintah hadir sebagai strategi untuk penguatan SDM Unggul Indonesia ke depan," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr) Add as a preferred
source on Google