Zulhas Ungkap DSI Kelola Devisa Rp216 T dalam Sebulan

CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 15:44 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas memperkirakan stok beras RI masih aman hingga 2027 saat ancaman krisis pangan mengintai imbas fenomena iklim ekstrem, El Nino 'Godzilla' serta tensi geopolitik di Timur Tengah.
Menko Pangan Zulkifli Hasan mengungkap PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mengelola devisa US$12 miliar atau sekitar Rp216 triliun dalam sebulan. (CNN Indonesia/Tunggul).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan mengungkap PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mengelola devisa US$12 miliar atau sekitar Rp216 triliun (asumsi kurs Rp18 ribu per dolar AS) selama periode Juni hingga Juli 2026.

"Baru satu bulan sudah US$12 miliar, dulu hanya sekitar U$3 miliar," ujar pria yang akrab disapa Zulhas itu di Semarang seperti dikutip Antara, Senin (27/7).

Devisa itu diraup setelah DSI mendapat mandat sebagai pengelola kebijakan ekspor satu pintu sumber daya alam (SDA).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Zulhas, Indonesia memiliki potensi SDA yang sangat luar biasa mulai dari tambang batu bara, timah, nikel, hingga emas.

Namun, sambung Zulhas, korupsi menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di berbagai bidang dan harus diselesaikan.

Termasuk, praktik pembiaran tambang ilegal yang mengakibatkan negara rugi hingga ratusan triliun.

"Ada tambang yang menghasilkan puluhan triliun rupiah, namun tidak berizin. Sudah berpuluh-puluh tahun beroperasi," ujarnya.

Karenanya, pemerintah melalui BPI Danantara Indonesia membentuk DSI. "Ada masalah iya, tetapi akan kita selesaikan," tambahnya.

[Gambas:Youtube]

DSI adalah BUMN baru yang dibentuk tahun ini untuk mengendalikan ekspor sumber daya alam (SDA) strategis. Pada tahap awal, komoditas yang mereka ekspor adalah kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).

PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menjadi BUMN baru yang dibentuk tahun ini, khusus untuk mengendalikan ekspor sumber daya alam (SDA) strategis. Pada tahap awal, komoditas yang mereka ekspor adalah kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloys).

Dalam Sidang Paripurna DPR pada Mei lalu, Presiden Prabowo Subianto mengungkap kebijakan ekspor SDA strategis satu pintu bertujuan memperkuat pengawasan ekspor sekaligus menekan praktik kurang bayar ekspor, transfer pricing, hingga pelarian devisa hasil ekspor.

(sfr) Add as a preferred
source on Google