Krakatau Steel Beber Dampak Pabrik Kebakaran hingga Produksi Terganggu
PT Krakatau Steel (Persero) Tbk mengungkap dampak kebakaran yang terjadi di area produksi continuous tandem cold mill (CTCM) pada pabrik cold rolling mill (CRM).
Plt Corporate Secretary Krakatau Steel Rachman Hidayat menyatakan insiden tersebut menyebabkan pabrik CRM terkendala memproduksi cold rolled coil (CRC) full hard, namun operasional fasilitas lainnya masih tetap berjalan.
Dalam laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Krakatau Steel menyebut peristiwa tersebut merupakan kondisi kahar (force majeure) yang diduga berkaitan dengan kebakaran di area produksi CTCM. Kejadian itu terjadi pada 19 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perseroan telah mengalami peristiwa keadaan memaksa diduga sehubungan kebakaran pada area produksi CTCM di pabrik CRM," tulis Rachman dalam keterbukaan informasi, Kamis (23/7).
Meski produksi CRC full hard terdampak, ia memastikan sebagian aktivitas produksi di pabrik CRM tetap dapat berjalan.
Krakatau Steel menyatakan fasilitas batch annealing furnace (BAF) masih memproduksi CRC soft, sedangkan fasilitas continuous pickling line (CPL) tetap menghasilkan hot rolled pickled and oiled (HRPO).
Selain itu, Rachman memastikan pasokan CRC full hard untuk kebutuhan pasar domestik tetap dipenuhi melalui skema kerja sama dengan produsen CRC dalam negeri.
"Keberlangsungan supply CRC full hard nasional akan dipenuhi melalui skema kerja sama dengan perusahaan produsen CRC domestik," tulis Rachman.
Dalam laporan tersebut, Krakatau Steel tidak menyampaikan adanya dampak lain terhadap kondisi hukum maupun keuangan perusahaan. Perseroan juga belum mengungkap estimasi kerugian maupun target pemulihan penuh operasional fasilitas yang terdampak kebakaran.
as a preferred source on Google