Rosan Ungkap Pusat Finansial RI akan Dibuka Perdana di Jakarta

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 11:07 WIB
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan keterangan usai melaporkan realisasi investasi kepada Presiden Prabowo Subianto di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/7/2026). Menteri Investasi d
CEO BPI Danantara Rosan Roeslani mengungkapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan lebih dulu beroperasi di Jakarta sebelum dikembangkan di Bali. (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S).
Jakarta, CNN Indonesia --

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan lebih dulu beroperasi di Jakarta sebelum dikembangkan di Bali.

Langkah tersebut ditempuh sebagai masa transisi sembari menyiapkan kawasan pusat keuangan bertaraf internasional yang ditargetkan rampung dalam dua hingga tiga tahun.

"Rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi perlu ada persiapan mungkin selama dua atau tiga tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional. Nah, mungkin di masa transisi ini, dalam dua-tiga tahun ke depan, akan dibuat dulu di Jakarta sebelum nanti dikembangkan di Jakarta dan juga di Bali," kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (23/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rosan mengatakan pembentukan PFII merupakan tindak lanjut dari undang-undang yang telah disetujui DPR.

Menurut Rosan, Presiden Prabowo Subianto juga meminta agar pelaksanaan proyek tersebut segera dipercepat.

Selama masa transisi, Danantara akan memanfaatkan salah satu asetnya di Jakarta sebagai lokasi operasional awal pusat keuangan tersebut.

"Kalau di Jakarta kita akan mempergunakan salah satu gedung kita. Kebetulan itu Gedung Danareksa, gedung baru juga yang rencana kita akan pergunakan pada saat kita men-setup financial center di Jakarta terlebih dahulu," ujarnya.

Rosan menuturkan Danantara nantinya berperan sebagai pengembang kawasan.

Sementara operasional pusat keuangan akan dipimpin oleh seorang gubernur kawasan dan ketua kawasan yang akan ditunjuk pemerintah untuk menyiapkan seluruh perangkat pendukung agar pusat keuangan dapat beroperasi.

"Danantara sebagai pengembang kawasan, tapi financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga governor-nya yang akan men-setup semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar," ucap Rosan.

Ia juga mengungkapkan respons positif dari calon investor terhadap rencana pembentukan pusat keuangan internasional tersebut. Beberapa hari sebelum memberikan keterangan, Rosan mengaku bertemu dengan 11 investor dari kalangan family office dan investor lainnya di Bali.

"Saya juga ke Bali bertemu dengan 11 investor dari family office dan yang lainnya. Responsnya sebenarnya sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini," kata Rosan.

[Gambas:Youtube]

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menargetkan PFII dapat mulai beroperasi setelah Undang-Undang PFII disahkan.

Saat ini pemerintah tengah menyiapkan berbagai aturan pelaksana, termasuk Peraturan Pemerintah (PP), yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.

"Kita lihat nanti ada PP segala macam belum disusun. Kita harapkan peraturan pelaksana enam bulan," kata Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Selasa (21/7).

Purbaya juga menegaskan pembangunan PFII tidak sepenuhnya dibiayai APBN. Menurut dia, investasi awal akan berasal dari investor, termasuk Danantara yang akan berperan sebagai pengembang kawasan, sementara dukungan APBN hanya disiapkan apabila diperlukan pada tahap awal operasional.

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google