Kepala BGN Sudaryono: Saya Bagian Orang yang Awal-awal Bahas MBG

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 08:59 WIB
Sudaryono berbicara kepada wartawan usai dilantik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (22/7).
Kepala BGN Sudaryono mengungkapkan dirinya merupakan bagian dari orang-orang yang terlibat dalam pembahasan awal program Makan Bergizi Gratis (MBG). (CNN Indonesia/Muhammad Naufal).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan dirinya merupakan bagian dari orang-orang yang terlibat dalam pembahasan awal program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Saat itu, Sudaryono masih menjabat sebagai wakil menteri pertanian. Ia ikut memberikan masukan karena pelaksanaan MBG berkaitan dengan rantai pasok pangan yang membutuhkan peran Kementerian Pertanian (Kementan).

"Di awal-awal dulu waktu membahas MBG, saya juga bagian dari orang yang terlibat. Saya sebagai Wakil Menteri Pertanian juga sedikit banyak bersinggungan karena memang terkait rantai pasok dan lain-lain. Di situ banyak juga masukan-masukan, keluhan-keluhan, dan saya mendengarkan itu," ujar Sudaryono di kantor kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kini setelah menjabat sebagai Kepala BGN, Sudaryono mengaku telah mencatat sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program MBG, contohnya seperti penipuan yang menyasar titik-titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono mengaku informasi tersebut didapat dari berbagai pihak, termasuk jaringan politiknya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah.

Ia menyebut kader-kader Partai Gerindra di daerah turut menyampaikan laporan mengenai berbagai persoalan dalam pelaksanaan MBG.

"Semua informasi itu sudah saya catat, tinggal nanti kita elaborasi dengan internal dan juga kita menerima masukan dari eksternal," ujar Sudaryono.

Ia juga menegaskan tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada pihak-pihak yang mengaku memiliki hubungan dekat dengannya.

Sudaryono mengatakan siapa pun yang mengatasnamakan dirinya, keluarga, atau teman untuk meminta perhatian khusus, uang, maupun menekan jajaran internal BGN, akan ditindak sesuai aturan.

"Siapa pun itu yang dia melakukan tindakan yang tidak benar, saya tidak ada hubungannya. Silakan laporkan saja ke pihak berwajib. Siapapun itu saya enggak peduli," ujar Sudaryono.

Usai dilantik sebagai kepala BGN di Istana Negara, Sudaryono mengungkap larangan segala bentuk praktik titip-menitip proyek maupun penggunaan namanya untuk kepentingan program MBG.

Ia meminta masyarakat tidak percaya jika ada pihak yang mengaku sebagai keluarga, sahabat, atau orang dekatnya untuk menawarkan jasa maupun proyek.

"Kalau nantinya ada orang misalnya menawarkan jasa, barangkali dengan imbalan, ngaku-ngaku orang saya, keluarga saya, sahabat saya, teman saya, alumni bersama saya dan lain-lain yang dirasa tidak sesuai, saya pastikan itu tidak benar," ujar Sudaryono.

Sudaryono meminta siapa pun yang menemukan praktik semacam itu segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum. Menurut Sudaryono, BGN akan menindak serius segala bentuk penyalahgunaan nama maupun upaya mencari keuntungan dari program MBG.

"Saya minta kepada yang bersangkutan misalnya, itu kemudian dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Karena ini betul-betul kita serius untuk menangani perkara ini," ujarnya.

Ia juga menyampaikan pesan kepada keluarga, sahabat, rekan, alumni, maupun pihak lain yang mengenalnya agar tidak berharap memperoleh perlakuan khusus dalam urusan pekerjaan di BGN.

Menurut Sudaryono, seluruh proses penyelesaian persoalan maupun tindak lanjut pekerjaan harus dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, bukan berdasarkan kedekatan personal.

"Saya tidak kemudian memberikan atensi khusus atau memberikan semacam prioritas kalau yang dibahas adalah seputar pekerjaan. Saya ingin penyelesaian masalah, saya ingin penyelesaian persoalan, follow up dan lain-lain dilaksanakan sesuai mekanisme sistem," ujarnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google