Nanik Bantah MBG Politis usai Mundur dari Kepala BGN, Apa Alasannya?

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 06:56 WIB
Nanik Sudaryati Deyang
Mantan Kepala BGN Nanik S Deyang bantah tuduhan politis Program Makan Bergizi Gratis. Ia mengundurkan diri demi kesehatan dan dukung generasi emas Indonesia. (FOTO:CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGNNanik S Deyang membantah tuduhan kalau Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki tujuan politis saat dirinya mengumumkan pengunduran dirinya, Rabu (22/7).

Bantahan ia sampaikan dalam unggahan status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang hari ini. Nanik mengatakan bahwa MBG murni dijalankan Presiden Prabowo Subianto demi mengintervensi pemberian gizi anak Indonesia agar bertumbuh menjadi generasi emas.

"Kalau untuk tujuan politis, yang sekarang mayoritas penerima manfaat kan anak-anak Balita sampai SD, tiga tahun lagi 2029 mereka belum nyoblos. Jadi kalau ada yang bilang 82 juta penerima manfaat itu untuk Pemilu 2029 mohon diluruskan pemikiran itu agar kita bersama -sama bisa menerima program MBG sebagai program mulia untuk memperbaiki masa depan generasi kita," katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanik mengklaim Program Makan Bergizi Gratis justru memberikan multiplier effect (efek ganda). Program ini sudah bisa menggerakkan ekonomi bawah atau ekonomi masyarakat.

Lihat Juga :

"Terbukti kemarin 3 minggu libur sekolah dan MBG libur, petani dan peternak mengeluh karena hasil pertanian dan peternakan mereka tidak terserap dan harganya jatuh. Demikian juga pedagang di pasar juga sampai harus membuang-buang sayur dan buahnya," katanya.

Nanik mengundurkan diri dari jabatannya sebagai kepala BGN.

[Gambas:Youtube]

Ia mengungkap mundur terkait masalah kesehatan. Ia pun pamit kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulis Nanik.

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas, di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa, yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tulisnya.

Prabowo melantik Nanik sebagai Kepala BGN pada 8 Juni 2026. Ia diangkat menjadi Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana yang sebelumnya telah dicopot Prabowo. Saat itu Dadan tersangkut dugaan korupsi MBG dan kini berstatus tersangka.

(ins) Add as a preferred
source on Google