Nanik Curhat Ganti Nomor HP Usai Mundur dari BGN: Capai Diteror

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 14:45 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang (tengah) berjalan saat tiba untuk melakukan audiensi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (7/7/2026). KPK menerima audiensi Badan Gizi Nasional yang membahas pengawasan dan pencegahan koru
Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengaku mengganti nomor telepon selulernya setelah mundur dari jabatannya. (ANTARA FOTO/RENO ESNIR).
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengaku mengganti nomor telepon selulernya setelah mundur dari jabatannya.

Ia mengatakan keputusan itu diambil karena lelah menerima teror dari berbagai pihak selama memimpin BGN.

"Oh ya, mohon maaf saya sekarang enggak punya HP, nomor yang biasa saya pakai sudah saya buang, capai diteror kanan-kiri dan membuang nomor HP ternyata 50 persen dari obat jantung saya," tulis Nanik melalui akun Facebook pribadinya, Rabu (22/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanik mengatakan kini dirinya tidak lagi menggunakan nomor telepon pribadi. Jika ingin mengakses media sosial maupun menghubungi seseorang, ia mengaku meminjam nomor milik sekretaris pribadinya.

Menurut Nanik, tekanan yang dihadapi selama memimpin BGN turut memengaruhi kondisi kesehatannya. Ia mengaku didiagnosis mengalami penyumbatan pada arteri jantung yang dipicu kolesterol tinggi serta tingkat stres yang berat.

Ia menuturkan salah satu beban terbesar selama menjabat adalah mengelola anggaran BGN yang nilainya besar. Nanik mengaku selalu khawatir anggaran negara tersebut tidak tersalurkan dengan baik atau disalahgunakan.

"Jagain duit besar agar tersalurkan dengan benar dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tebing jurang yang curam, meleng sedikit bisa terjerembab dan mati," tulisnya.

Karena kekhawatiran itu, Nanik mengaku tidak pernah menandatangani dokumen seorang diri. Ia selalu meminta dua wakil kepala BGN ikut memberikan paraf sebelum dirinya membubuhkan tanda tangan.

Menurutnya, setiap kali menerima tumpukan dokumen untuk ditandatangani, ia kerap merasa cemas hingga kondisi fisiknya menurun.

Dalam unggahan yang sama, Nanik mengibaratkan posisinya saat memimpin BGN seperti seseorang yang "berselimut madu", sehingga menjadi sasaran berbagai pihak yang ingin memperoleh keuntungan.

"Bila Anda berselimut madu, maka jangan dikira Anda akan punya hidup yang manis, di situ Anda akan 'diserang' dari berbagai penjuru angin yang ingin menikmati madu yang Anda pegang," tulisnya.

Nanik mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN karena akan menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Ia mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan second opinion atas kondisi kesehatannya. Posisinya kemudian digantikan oleh Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono yang dijadwalkan dilantik sebagai kepala BGN Rabu sore ini.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google