Nanik Deyang Bentuk 11 Tim untuk Reformasi Total BGN sebelum Mundur
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengatakan telah menyiapkan sejumlah langkah reformasi di internal lembaga sebelum memutuskan mundur dari jabatannya untuk menjalani pengobatan jantung di luar negeri.
Reformasi tersebut mencakup pembentukan 11 tim evaluasi hingga perombakan pejabat eselon I.
"Saat ini juga sudah dibuat 11 tim untuk melakukan reformasi total di BGN," tulis Nanik dalam keterangan di akun Facebook resminya, Rabu (22/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanik menjelaskan salah satu tim yang dibentuk bertugas melakukan refocusing untuk memastikan lebih dari 62 juta penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah tepat sasaran.
Lihat Juga :BREAKING NEWS Kepala BGN Nanik S Deyang Mundur |
Ia mengatakan Presiden Prabowo Subianto juga telah menyetujui agar prioritas penerima manfaat program lebih difokuskan kepada kelompok 3B: Balita, ibu menyusui (Busui), dan ibu hamil (Bumil), serta siswa SD hingga SMP dan peserta didik di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Selain itu, BGN membentuk tim evaluasi terhadap 27.877 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur MBG yang telah beroperasi. Menurut Nanik, evaluasi dilakukan karena tidak seluruh SPPG dinilai telah memenuhi ketentuan dalam petunjuk teknis pelaksanaan program.
BGN juga membentuk tim yang secara khusus menangani pelaksanaan MBG di kawasan 3T yang masih sulit dijangkau transportasi umum, serta tim yang bertugas menyusun langkah efisiensi program.
Sebelum memutuskan mengundurkan diri, Nanik mengaku telah melakukan perombakan terhadap lima pejabat eselon I di lingkungan BGN.
"Sejauh ini meski menjabat kepala BGN tidak lama, saya sudah meletakkan dasar-dasar untuk perbaikan ke depan program MBG, termasuk kemarin sore sudah mengganti lima eselon I yang diambil dari lima kementerian/lembaga," ujarnya.
Ia mengatakan lima pejabat tersebut berasal dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Keuangan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan.
Menurut Nanik, pengisian jabatan dari berbagai kementerian dan lembaga tersebut dilakukan agar BGN ke depan diisi oleh aparatur yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.
Nanik sebelumnya menyampaikan telah meminta izin kepada Prabowo untuk mundur sebagai kepala BGN karena harus menjalani pengobatan jantung di luar negeri. Ia mengatakan Presiden menyetujui pengunduran dirinya, namun tetap memintanya ikut mengawasi BGN.
Meski tidak lagi menjabat sebagai kepala badan, Nanik mengaku tetap akan mendukung pelaksanaan program MBG. Ia juga menyebut kemungkinan akan ditugaskan sebagai ketua dewan pengawas BGN apabila dewan tersebut dibentuk oleh Presiden.
as a preferred source on Google