BGN Bakal Evaluasi Insentif MBG Rp6 Juta, Jadi Berapa?

CNN Indonesia
Selasa, 21 Jul 2026 13:38 WIB
Petugas menyusun ompreng berisi makan bergizi gratis di†dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Ternate di Ternate, Maluku Utara,†Rabu (6/5/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026
Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap rencana perubahan besaran insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). (FOTO:Antara/Andri Saputra).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap rencana perubahan besaran insentif sebesar Rp6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari mengatakan tengah merancang skema insentif menyesuaikan dengan jangkauan pelayanan SPPG terkait.

"Enggak juga dong yang 300 meter yang atau 400 (meter), ada bahkan yang 500 (meter) yang lebih bagus kok disamaratakan Rp6 juta? Kan nggak fair. Nah, itu skema-skema itu yang akan kami lakukan perbaikan," kata Agustina di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (20/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agustina menyampaikan BGN akan membuat skema insentif yang lebih berkeadilan ke depannya.

Ia membandingkan antara SPPG yang melayani 500 penerima manfaat dengan SPPG yang melayani seribu penerima manfaat. Menurutnya, akan tidak adil jika mereka menerima jumlah insentif yang sama. Padahal, jumlah penerima manfaatnya berbeda.

"Kami nanti akan membuat skema yang insentif yang lebih adil. Ya, misalnya gini, kan nggak nggak juga dong SPPG yang 200 meter yang cuma melayani 500 (penerima) eh katakanlah seribu orang insentifnya sama," ucapnya.

[Gambas:Youtube]

Pada saat yang sama, Agustina memastikan akan ada efisiensi anggaran program MBG.

Ia menyebut hal itu merupakan konsekuensi logis bertalian dengan upaya perbaikan tata kelola MBG oleh pemerintah.

Meski begitu, Agustina belum merinci seberapa besar efisiensi anggaran yang akan dilakukan.

Ia hanya memastikan anggaran MBG sudah berkurang dan efisiensi anggaran juga masih terus berproses.

"Bahwa dengan perbaikan tata kelola, ya misal tadi lah insentif, kita akan mencari skema yang paling fair, ya kan? Lalu refocusing kan otomatis, otomatis tuh nanti efisiensinya pasti akan otomatis mengikuti," kata Agustina.

(mnf/ins) Add as a preferred
source on Google