Bahlil Ramal Blok Masela Bakal Hasilkan Rp680 T ke Kas Negara

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 20:37 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia proyeksikan proyek LNG Abadi Blok Masela bakal sumbang US$37,8 miliar ke pendapatan negara dan ciptakan 12 ribu lapangan kerja. (FOTO:Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Kepulauan Tanimbar, CNN Indonesia --

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memproyeksi proyek LNG Abadi Blok Masela akan memberikan kontribusi langsung hingga US$37,8 miliar atau sekitar Rp680 triliun (kurs Rp18 ribu) ke pendapatan negara apabila sudah berjalan penuh.

Bahlil mengatakan penerimaan negara itu berasal dari pajak, royalti, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) hingga dividen. Di mana, proyek ditargetkan mulai berjalan penuh atau on stream pada 2029 mendatang.

"Proyek Abadi Masela memberikan manfaat ekonomi dan fiskal yang signifikan. Antara lain meningkatkan penerimaan negara dengan proyeksi pendapatan langsung sekitar US$37,8 miliar," ujar Bahlil saat Groundbreaking Proyek LNG Abadi Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku pada Kamis (16/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, kontribusi pajak tidak langsung ke negara diperkirakan sekitar US$6,43 miliar atau sekitar Rp115,74 triliun per tahun mulai tahun ini setelah resmi dilakukan groundbreaking.

"Kontribusi pajak tidak langsung sekitar US$6,43 miliar selama masa konstruksi dan operasi," imbuhnya.

Tak hanya itu, proyek ini juga diperkirakan bakal menciptakan lapangan kerja besar dengan perkiraan menyerap 12 ribu tenaga kerja pada masa konstruksi dan sekitar 800-1.000 tenaga kerja pada saat operasi.

[Gambas:Youtube]

Kemudian, Bahlil juga menyampaikan pembangunan Blok Masela akan memberikan kontribusi ke perekonomian nasional sekitar US$137,8 miliar, serta peningkatan PDRB Provinsi Maluku sebesar US$95 miliar dan PDRB Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebesar US$92 miliar.

"Saya sudah bicara dengan SKK Migas agar pekerjaan-pekerjaan diprioritaskan untuk pengusaha lokal di wilayah ini. Ini sejalan dengan perintah Bapak Presiden agar masyarakat daerah menjadi objek dan subjek pembangunan," pungkasnya.

(ldy/ins) Add as a preferred
source on Google