Standard Chartered Indonesia Rilis PaaS, Layanan Pembayaran Otomatis
Standard Chartered Indonesia mengumumkan peluncuran solusi digital banking terbaru, Payouts-as-a-Service (PaaS), yang dirancang untuk membantu klien korporasi bank mengotomatisasi pembayaran kepada berbagai pihak berdasarkan parameter yang telah ditentukan.
Melalui PaaS, klien dapat menentukan siapa yang perlu dibayar, kapan pembayaran dilakukan, berapa nilainya, dan dalam kondisi apa pembayaran dapat dijalankan.
PaaS akan menghubungkan sistem bisnis dari klien korporasi secara langsung dengan Standard Chartered melalui satu koneksi digital, atau API. Setelah terhubung, Standard Chartered dapat menerima informasi transaksi secara otomatis saat suatu aktivitas terjadi dalam bisnis klien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Head of Transaction Banking, Standard Chartered Indonesia, Jenny Tantono menyatakan bahwa kehadiran PaaS sejalan dengan ambisi Standard Chartered mendukung masa depan treasury di Indonesia.
"Dengan eksekusi pembayaran otomatis berbasis aturan, PaaS membantu perusahaan menyederhanakan proses payout yang kompleks, mengurangi risiko operasional, dan menciptakan nilai nyata seiring pertumbuhan bisnis mereka," kata Jenny.
Peluncuran ini pun menjawab kebutuhan ekonomi digital Indonesia yang bertumbuh pesat. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati US$100 miliar dalam Gross Merchandise Value (GMV) pada 2025, atau tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan akan tetap menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.
Sementara itu, sektor e-commerce Indonesia diproyeksikan mencapai US$71 miliar, dan pembayaran digital diproyeksikan mencapai US$538 miliar dalam Gross Transaction Value (GTV) pada tahun 2025.
Seiring pertumbuhan bisnis digital dan ekosistem kemitraan, proses pembayaran perusahaan juga menjadi semakin kompleks. Marketplace e-commerce, misalnya, harus membayar ribuan seller setelah pesanan selesai, sedangkan perusahaan logistik berkewajiban membayar mitra pengiriman atau para agen.
Begitu pula perusahaan manufaktur, FMCG, jasa keuangan, asuransi, atau platform digital yang perlu mengelola komisi, settlement, pembayaran franchise, revenue sharing, atau pembayaran rutin kepada banyak pihak.
Jenny menambahkan bahwa PaaS menjadi inovasi Standard Chartered dalam pengembangan layanan yang mendukung kebutuhan ekonomi digital.
"Saat skala bisnis dan jaringan mitra semakin besar, perusahaan perlu mengelola pembayaran ke banyak pihak secara lebih cepat, akurat dan terkontrol. Melalui PaaS, kami membantu para klien kami mengotomatisasi pembayaran secara berulang berdasarkan aturan bisnis yang telah ditentukan, sehingga dapat mengurangi proses manual, memperkuat kontrol operasional, dan meningkatkan efisiensi," tutur Jenny.
Peluncuran ini turut menegaskan komitmen Standard Chartered untuk terus memperkuat bisnis Transaction Banking di Indonesia. Sebelumnya, Standard Chartered meraih sejumlah penghargaan pada ajang The Asset Triple A Treasurise Awards 2026, termasuk Best Payments and Collections atas perannya dalam proyek Saguling Floating Solar milik ACWA Power.
Selain itu, Standard Chartered Indonesia juga dinobatkan sebagai Best RMB Bank in Indonesia pada ajang yang sama di tahun 2025 dan 2026.
(rea/rir) Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]