Dari Tambang ke Industri, Hilirisasi Freeport Dorong Ekonomi Baru
Indonesia selama puluhan tahun dikenal sebagai salah satu produsen tembaga terbesar di dunia. Namun, selama itu pula sebagian besar nilai tambah komoditas tersebut dinikmati negara lain karena ekspor masih didominasi konsentrat yang kemudian diolah menjadi produk bernilai tinggi di luar negeri.
Kondisi itu kini mulai berubah. Pemerintah mempercepat program hilirisasi mineral agar proses pengolahan dilakukan di dalam negeri.
Salah satu tonggak penting transformasi tersebut adalah beroperasinya fasilitas pemurnian (smelter) PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Smelter yang mulai beroperasi pada 2024 itu memiliki kapasitas pengolahan hingga 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun dan disebut sebagai smelter tembaga single line terbesar di dunia.
Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai kesempatan menegaskan, hilirisasi merupakan langkah penting agar kekayaan sumber daya alam memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia.
"Kita harus berani dan mampu menguasai kekayaan sumber daya alam. Ini adalah bentuk keberanian bangsa untuk menguasai dan mengolah di negaranya sendiri. Hilirisasi adalah jalan satu-satunya untuk kita bisa lebih makmur," ujar Prabowo saat Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II di Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (30/4), dikutip dari CNBC Indonesia.
Hilirisasi Bangun Ekosistem Industri
Manfaat hilirisasi tidak hanya tercermin dari meningkatnya kapasitas pengolahan mineral. Kehadiran smelter Freeport di kawasan KEK JIIPE juga mulai membentuk ekosistem industri baru yang terintegrasi.
Lokasi smelter yang berada di kawasan industri dan pelabuhan dinilai mampu memangkas biaya logistik karena pasokan bahan baku tersedia lebih dekat dengan industri pengguna.
Kondisi tersebut membuka peluang tumbuhnya berbagai sektor hilir, mulai dari industri kabel, komponen elektronik, material konstruksi, hingga industri pendukung kendaraan listrik dan energi terbarukan.
Efek berganda juga mulai dirasakan daerah sekitar. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menilai pengembangan industri turunan tembaga di Gresik menjadi langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.
Menurut Emil, proyek terintegrasi itu diperkirakan mampu menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja terampil. Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga terus memperkuat dukungan infrastruktur melalui peningkatan akses jalan menuju kawasan industri dan pelabuhan guna menjaga efisiensi distribusi logistik.
"KEK Gresik bukan lagi single commodity, melainkan multi-commodity hub. Dengan dukungan infrastruktur dari Pelindo dan ekosistem industri yang sudah nyambung, kawasan ini akan menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang menyerap ribuan tenaga kerja terampil," kata Emil.
Menyasar Kebutuhan Industri Masa Depan
Prospek industri tembaga diperkirakan semakin cerah seiring meningkatnya kebutuhan global terhadap logam tersebut.
Tembaga menjadi material utama dalam pembangunan jaringan transmisi listrik, panel surya, pembangkit energi terbarukan, kendaraan listrik, hingga pusat data (data center).
Selain itu, tren transisi energi global pun membuat permintaan logam ini diproyeksikan terus meningkat dalam beberapa dekade mendatang.
Untuk menangkap peluang tersebut, PT Freeport Indonesia (PTFI) menargetkan peningkatan produksi tembaga dan emas hingga 2029 melalui optimalisasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC).
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengatakan perusahaan tengah memulihkan kapasitas produksi setelah menghadapi sejumlah tantangan operasional pada tahun sebelumnya.
"Di tahun 2025 kami cuma menambang 139.000 ton bijih per hari dan di 2026 menjadi 156.000 ton bijih per hari. Pada 2027 baru akan mencapai sekitar 200.000 ton bijih per hari yang merupakan tingkat produksi normal kami," ujar Tony dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII DPR RI.
Menurut Tony, peningkatan produksi akan ditopang oleh pemulihan Production Block 1 di area Grasberg Block Cave yang memiliki kandungan bijih berkadar tinggi (high grade).
"Rencananya akan melakukan ramp up mulai bulan Mei sampai kuartal pertama 2027 baru kami mengoperasikan Production Block 1 yang memang high grade," ujarnya.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, Freeport juga membangun terowongan drainase sepanjang tiga kilometer untuk memperkuat sistem pengamanan tambang. Infrastruktur tersebut dirancang mengalirkan material lumpur basah sehingga aktivitas penambangan dapat berlangsung lebih aman dan efisien.
"Kami saat ini sedang memastikan seluruh infrastruktur, seluruh rencana perbaikan dan pengelolaan tambang dilakukan betul-betul secara hati-hati," kata Tony.
Dari Komoditas ke Mesin Pertumbuhan
Dengan demikian, transformasi yang dijalankan melalui hilirisasi menunjukkan perubahan arah pengelolaan sumber daya alam Indonesia.
Jika sebelumnya nilai ekonomi tembaga lebih banyak berasal dari aktivitas penambangan, kini komoditas tersebut mulai menjadi fondasi bagi tumbuhnya industri bernilai tambah di dalam negeri.
Pengolahan mineral secara domestik membuka peluang terciptanya investasi baru, peningkatan ekspor produk olahan, perluasan lapangan kerja, hingga berkembangnya sektor manufaktur nasional.
(inh) Add
as a preferred source on Google