Bulog Kejar Beras Kita Meluncur Sepekan Usai Disetujui Rakortas Zulhas
Perum Bulog menargetkan Beras Kita dapat langsung dipasarkan paling cepat sepekan setelah mendapat persetujuan pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembahasan di tingkat teknis sengaja dipercepat agar pelaksanaan program tidak tertunda setelah keputusan pemerintah terbit.
"Kami nunggu nanti kebijakan dari rakortas. Begitu diputuskan di rakortas, kalau bisa seminggu kemudian langsung bisa operasional," ujar Rizal dalam konferensi pers di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Rizal, Bulog saat ini masih menunggu jadwal rakortas yang rencananya digelar pada Jumat (17/7) ini.
"Belum, nanti (rakortas) hari Jumat rencananya," ujarnya.
Adapun konsep peluncuran Beras Kita telah lebih dulu disampaikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Ia mengatakan Bulog sengaja lebih dulu menggandeng Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia (Perpadi) sebelum rakortas digelar agar seluruh tahapan teknis dapat disiapkan sejak dini.
"Jadi tidak baru setelah diputuskan rakortas kami baru mau diskusi. Bukan. Tapi diawali diskusi dulu dengan teman-teman Perpadi, dengan pengusaha-pengusaha. Begitu putusan rakortas keluar, langsung bisa dieksekusi," ujarnya.
Sebagai tahap awal, Bulog menyiapkan 2 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang akan diolah melalui proses rice to rice menjadi beras premium sebelum dipasarkan dengan merek Beras Kita.
Meski demikian, Rizal memastikan kehadiran Beras Kita tidak akan menggantikan seluruh produk beras komersial yang selama ini sudah dimiliki Bulog, termasuk merek Befood.
"Tetap berjalan seperti biasanya saja, tidak ada perubahan. Cuma Beras Kita ini tujuannya untuk lebih mem-familiarkan, supaya lebih mudah diterima masyarakat. Berasnya pemerintah, berasnya rakyat, maksudnya seperti itu," ujarnya.
Menurut Rizal, penamaan Beras Kita dipilih agar lebih mudah dikenali masyarakat, mengikuti pola penamaan produk pangan pemerintah seperti Minyakita dan Gula Manis Kita.
Sementara itu, Bulog bersama Perpadi juga tengah menyusun skema teknis pelaksanaan program, mulai dari mekanisme penyaluran, proses penggilingan, hingga pemanfaatan hasil samping pengolahan beras.
"Nanti kita akan buat rapat teknis minggu-minggu ini terkait skemanya seperti apa, teknis penggilingannya seperti apa, hasil sampingnya juga nanti seperti apa. Itu akan didiskusikan bersama teman-teman Perpadi," ujar Rizal.
Sebelumnya, Bulog mengusulkan perubahan identitas beras program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi Beras Kita. Tulisan SPHP tetap akan dicantumkan pada kemasan sebagai penanda program pemerintah, namun ukurannya lebih kecil.
Bulog juga menargetkan produksi sekitar 2 juta ton Beras Kita untuk pasar komersial setelah memperoleh persetujuan pemerintah.
Untuk tahap awal, produk tersebut akan dipasarkan dalam kemasan 5 kilogram, sementara harga jualnya masih menunggu keputusan rakortas yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan.
(del/sfr) Add
as a preferred source on Google