Pertamina Pride Tembus Selat Hormuz, Pasokan Energi Nasional Terjaga

Pertamina | CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 09:47 WIB
Pertamina
Kapal tanker VLCC Pertamina Pride. (Foto: Arsip Pertamina)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjaga keberlangsungan pasokan minyak mentah nasional di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Komitmen tersebut dibuktikan lewat keberhasilan kapal tanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Pertamina Pride melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Kapal Pertamina Pride mulai bergerak dari Teluk Arab pada Selasa (7/7) pukul 13.00 waktu Dubai atau 16.00 WIB. Kapal tersebut berhasil melintasi area kritikal serta Selat Hormuz pada Rabu (8/7) 2026 pukul 00.15 WIB.

Sebelum Pertamina Pride, kapal Gamsunoro juga telah lebih dulu bergerak dari Teluk Arab dan melewati Selat Hormuz dengan aman sejak 24 Juni 2026. Kedua kapal ini membawa misi yang sama, yakni menjaga pasokan minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengatakan keberhasilan pelayaran Pertamina Pride merupakan hasil penerapan manajemen risiko yang komprehensif. Ia menyebut hal itu juga didukung koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran, Iran.

"Berkat kerjasama tersebut, Kapal Gamsunoro dan Pertamina Pride bisa keluar dari kawasan Teluk Arab. Keberhasilan ini menunjukkan koordinasi dan kerjasama yang baik seluruh pemangku kepentingan serta kemampuan dalam mengelola risiko, sehingga pasokan minyak mentah untuk kebutuhan kilang nasional tetap terjaga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7).

Selama pelayaran melintasi kawasan rawan tersebut, kapal dipantau secara intensif selama 24 jam penuh. Awak kapal di laut terus berkoordinasi dengan tim di darat yang bersiaga di crisis center milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

Pemantauan ketat ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur keamanan berjalan optimal sepanjang perjalanan. Langkah ini menjadi bagian dari standar operasi perusahaan saat mengoperasikan kapal di wilayah dengan tingkat risiko geopolitik tinggi.

Baron menegaskan keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama perusahaan dalam setiap pelayaran. Ia memastikan kondisi seluruh kru dalam keadaan baik selama proses tersebut.

"Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama. Alhamdulillah seluruh kru Pertamina Pride berada dalam kondisi aman dan kapal dapat melanjutkan pelayaran sesuai rencana menuju Indonesia," tambah Baron.

Setelah melewati Selat Hormuz, VLCC Pertamina Pride kini melanjutkan perjalanan menuju Kilang Cilacap. Kapal tersebut mengangkut sekitar 2 juta barel minyak mentah yang akan diolah di kilang tersebut.

Baron memperkirakan kapal akan tiba di Indonesia pada 23 Juli 2026 mendatang. Pasokan minyak mentah dari kapal ini disebut memiliki peran penting bagi kebutuhan kilang dalam negeri.

Ia menyebut pasokan tersebut sangat berarti bagi upaya menjaga ketahanan energi nasional. Pertamina menurutnya terus berupaya memastikan rantai pasok energi tidak terganggu meski situasi di kawasan Timur Tengah masih dinamis.

"Pasokan minyak mentah yang diangkut oleh Pertamina Pride sangat berarti bagi ketahanan energi nasional. Dengan dukungan armada dan sistem pemantauan yang terintegrasi, Pertamina berkomitmen memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap aman, andal, dan berkelanjutan," pungkas Baron.

(rir) Add as a preferred
source on Google