Patimban Disiapkan Jadi Penopang Logistik saat Tanjung Priok Padat

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 17:30 WIB
PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) menargetkan pembukaan rute pelayaran langsung (direct call) untuk ekspor menuju Eropa dan Amerika Serikat (AS).

CEO PT PPI Fuad Rizal menyampaikan pihaknya bersama Patimban Global Gateway Terminal (PGT) sebaga
Pelabuhan Patimban dibangun pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama industri di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah. (Foto: CNN Indonesia/ Muhammad Falah)
Subang, CNN Indonesia --

Pelabuhan Patimban dibangun pemerintah untuk melengkapi Pelabuhan Tanjung Priok yang telah padat.

CEO PT Pelabuhan Patimban International (PPI) Fuad Rizal menjelaskan kehadiran Pelabuhan Patimban juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama industri di daerah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Tujuan Pelabuhan Patimban ini dibuat oleh pemerintah sebenarnya untuk mengkomplementer Pelabuhan Tanjung Priok yang memang sudah sangat padat," ujar Fuad kepada wartawan di kawasan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan adanya Pelabuhan Patimban tentunya pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri dari kawasan Jawa Barat maupun Jawa Tengah bisa dapat dilayani oleh Pelabuhan Patimban," imbuhnya.

Fuad menyebutkan saat ini terminal kendaraan di pelabuhan tersebut mempunyai kapasitas 218 ribu unit kendaraan per tahun, sedangkan terminal peti kemas memiliki kapasitas terpasang 525 ribu TEU (Twenty-foot Equivalent Unit).

"Kapasitas yang sudah kami terima, diserahterimakan saat ini dari Kementerian Perhubungan, untuk terminal kendaraan itu sebesar 218 ribu kendaraan per tahun. Kemudian untuk terminal peti kemas, kapasitas terpasangnya saat ini 525 ribu TEUs," jelasnya.

PPI dalam operasionalnya bekerja sama dengan dua mitra, yakni Patimban International Car Terminal (PICT) dan terminal peti kemas dikelola bersama Patimban Global Terminal (PGT).

PGT didukung oleh sejumlah perusahaan, yaitu Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Indonesia.

Fuad membeberkan sejak terminal kendaraan beroperasi pada 2022, sekitar 70 persen ekspor kendaraan Indonesia berasal dari Toyota dan Daihatsu.

"Sejak tahun 2022, kami mulai beroperasi terminal kendaraan, sampai hari ini di tahun 2026 atau 2025 ya, kita konsisten telah melakukan kegiatan bongkar muat di atas 200 ribu kendaraan per tahun," ungkap Fuad.

Dalam kesempatan sama, Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Takeda Sachiko mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan bagian dari upaya mengatasi kepadatan logistik di sekitar Jakarta, sekaligus memperkuat jaringan ekspor kawasan industri di Jawa Barat.

Takeda menerangkan banyak perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan tersebut membutuhkan pelabuhan dengan akses logistik yang lebih efisien.

Selain itu, menurut dia, pelabuhan itu juga menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).

"Patimban menjadi pusat di sebelah timur laut Jawa Barat, Rebana, ini menjadi sasaran pembangunan. Dengan adanya Patimban maka daerah Rebana akan berkembang dan akan muncul pekerjaan-pekerjaan yang bisa membangun wilayah Jawa Barat bagian timur laut," sebut Takeda.

Sebagai informasi, mengutip laman JICA, badan kerja sama internasional Jepang itu memberikan pinjaman untuk proyek tersebut dengan total pinjaman 272,5 miliar yen atau sekitar Rp30,58 triliun (asumsi kurs Rp111 per yen).

[Gambas:Youtube]

(fln/pta) Add as a preferred
source on Google