Pelindo Gandeng BNN dan BPBD Edukasi Anak Lewat Portground Vol. 1

Pelindo | CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 16:55 WIB
Pelindo
Foto: Arsip Pelindo.
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pelindo Terminal Petikemas (Pelindo TPK) menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya menggelar program edukasi bertajuk Portground Vol. 1. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mengenal dunia kepelabuhanan, memahami bahaya narkotika, hingga belajar kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Kegiatan yang berlangsung di Terminal Petikemas Surabaya, Senin (6/7), diikuti siswa kelas 5-6 sekolah dasar (SD) serta kelas 7-8 sekolah menengah pertama (SMP) dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terbilang tinggi. Dari kuota awal sebanyak 50 peserta, Pelindo TPK menerima sekitar 555 pendaftar. Portground Vol. 1 diikuti oleh peserta anak-anak kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) serta kelas 7 dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai kota di Jawa Timur.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama kegiatan, peserta diajak melihat langsung aktivitas di kawasan pelabuhan. Mereka diperkenalkan dengan proses distribusi barang, operasional peti kemas, hingga peran pelabuhan dalam menjaga kelancaran pasokan kebutuhan masyarakat dan mendukung perekonomian nasional.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, Widyaswendra, mengatakan Portground merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai peran strategis pelabuhan.

Menurut Widyaswrndra, pembentukan awareness sejak dini merupamab investasi jangka panjang. Melalui Portground, pihaknya ingin mengajak anak-anak melihat langsung aktivitas di pelabuhan, memahami bagaimana barang-barang yang mereka gunakan sehari-hari dapat sampai ke berbagai daerah, serta menumbuhkan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia kepelabuhanan.

"Semoga kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan bagi para peserta," ujar Widyaswendra.

Menurut Widyaswendra, tingginya jumlah pendaftar menunjukkan edukasi mengenai kepelabuhanan memiliki daya tarik tersendiri bagi anak maupun orang tua. Karena itu, pengenalan mengenai pelabuhan dinilai perlu dikemas secara sederhana, menyenangkan, dan mudah dipahami.

Foto: Arsip Pelindo.

Selain mengenal aktivitas pelabuhan, peserta juga mendapatkan penyuluhan mengenai bahaya narkotika dari BNN Kota Surabaya. Kepala BNN Kota Surabaya, Heru Prasetyo, mengatakan edukasi antinarkoba perlu diberikan sejak usia dini sejalan dengan program nasional Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkoba (ANANDA BERSINAR).

Melalui kegiatan seperti Portground ini, lanjut Heru, edukasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang lebih ringan, menyenangkan, dan mudah diterima

"Anak-anak adalah generasi penerus yang perlu dibekali pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan, memilih lingkungan pergaulan yang baik, serta berani menolak hal-hal negatif," kata Heru.

BPBD Kota Surabaya juga memberikan pembekalan mengenai keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat. Tim Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Surabaya, Nadya Sukma Batubara, mengatakan pengetahuan dasar mengenai mitigasi bencana penting ditanamkan sejak dini.

"Keselamatan adalah pengetahuan dasar yang penting dimiliki oleh setiap anak. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengenalkan langkah-langkah sederhana terkait kesiapsiagaan, apa yang harus dilakukan saat terjadi kondisi darurat, serta pentingnya tidak panik dan mengikuti arahan petugas," ujar Nadya.

Salah satu peserta, Raff Yehezkiel Hutapea dari SD Bunga Bangsa Surabaya, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan Portground karena memperoleh pengalaman baru yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Dia antusias bisa melihat langsung aktivitas di terminal peti kemas.

"Saya senang bisa melihat pelabuhan dari dekat. Jadi tahu kalau terminal peti kemas itu besar sekali dan banyak barang dikirim lewat kapal," ujar Raff.

Kesan positif juga disampaikan salah satu orang tua peserta, Lysa Octaviani. Menurutnya, Portground menjadi pilihan liburan yang produktif dan bermanfaat bagi anak. Anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar hal baru tentang pelabuhan, tentang bahaya narkotika dan keselamatan.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman yang baik untuk mengisi liburan anak secara produktif. Semoga kedepan kegiatan seperti ini terus dapat terlaksana sehingga kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia pelabuhan semakin luas," ujar Lysa.

Adapun Portground Vol. 1 diharapkan menjadi langkah awal dalam menghadirkan program edukasi pelabuhan yang lebih dekat dengan masyarakat, khususnya anak-anak.

Melalui kolaborasi antara dunia kepelabuhanan, lembaga kesehatan, dan unsur kebencanaan, kegiatan ini menjadi ruang belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga memberi pengalaman langsung yang membekas bagi peserta.

(ory/ory) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]